Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Responden Mau Jokowi-Prabowo Berduet di Pilpres, Begini Penjelasan SMRC

Indonesia tengah memasuki tahun politik 2018 menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun 2019.

Editor: Lodie_Tombeg

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Indonesia tengah memasuki tahun politik 2018 menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun 2019. Figur petahana Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendominasi berbagai survei calon presiden. Menariknya, mayoritas publik (responden) menginginkan Jokowi dan Prabowo berduet di Pilpres.

Demikian hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Dalam presentasi survei nasional SMRC yang digelar Selasa (2/1/2018), ada pertanyaan apakah responden setuju atau tidak Jokowi dan Prabowo bersatu dalam Pilpres 2019?

"Sebanyak 66,9 persen responden menyatakan setuju," ujar Direktur Utama SMRC Djayadi Hanan.
Sementara itu 28,4 persen responden menyatakan tidak setuju Jokowi dan Prabowo. Adapun sisanya yakni 4,7 persen tidak tahu atau tidak menjawab pertanyaan tersebut.

Saat responden ditanya lebih lanjut, siapa sebaiknya menjadi calon presiden dan calon wakil presiden bila Jokowi dan Prabowo berpasangan di Pilpres 2019, 66,9 persen menilai Jokowi layak jadi presiden dan Prabowo jadi wakilnya. Sementara itu, 28,4 persen menyatakan Prabowo sebaiknya jadi presiden dan Jokowi jadi wakil presiden. Adapun 4,7 persen responden tidak menjawab atau tidak tahu.

Dalam hal elektabiltas Presiden, Survei SMRC menunjukkan posisi Jokowi terus menguat. Survei Desember ini menunjukkan jumlah warga yang menyatakan akan memilih Jokowi sebagai Presiden berdasarkan pertanyaan semi terbuka (kepada responden ditampilkan daftar lebih dari 30 nama capres), mencapai 53 persen.

Menurut Djayadi, angka tersebut merupakan kenaikan signifikan dibandingkan survei September 2017, dimana suara Jokowi baru mencapai 45,6 persen. Di sisi lain, nama pesaing terdekat Jokowi hanyalah Prabowo yang hanya memperoleh 18,5 persen suara. Djayadi menyebut angka yang diperoleh Prabowo tidak menunjukkan adanya perubahan dukungan dibandingkan hasil survei September 2017.

Untuk nama calon wakil presiden (cawapres), terdapat tiga nama yang mendapat suara terbanyak. Tiga nama tersebut yakni Jusuf Kalla (14,1 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (12,7 persen) dan Gatot Nurmantyo (12,2 persen).
Djayadi menilai munculnya nama AHY tidak terlepas dari sosoknya yang populer berkat maju dalam Pilgub DKI Jakarta tahun lalu.

Adapun nama-nama lainnya seperti Hary Tanoesudibjo, Wiranto, Sri Mulyani ada di bawah 10 persen.
Survei SMRC dilakukan dengan wawancara lapangan pada 7-13 Desember 2017. Jumlah responden sebanyak 1.059 orang di 34 provinsi dengan margin of error sebesar 3,1 persen. *

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved