Diskusi Akhir Tahun Metanarasi

Lidya Kandowangko Kupas Kondisi Perubahan Perilaku Masyarakat Manado

Lidya Kandowangko MA melihat perilaku masyarakat Sulut sekarang telah berubah dari tradisional menjadi sosial-urban.

HANDHIKA DAWANGI
Lidya Kandowangko MA, dosen Sosiologi, Fisipol Unsrat 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Lidya Kandowangko MA, dosen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sodial dan Ilmu Politik Unsrat, melihat bahwa perilaku masyarakat Sulut telah bergeser ke sosial urban.

Hal itu diungkapkan Lidya dalam Diskusi Akhir Tahun Strategi Sulawesi Utara: Refleksi 20017 dan Outlook 2018 di  Kopination & Markobar, Kota Manado, Sabtu (30/12/2017).

Ada tiga poin penting yang dicatat Lidya. Yang pertama, ia melihat pembangunan cenderung diukur dari standar prilaku masyarakat Sulut yang berubah.

Gaya hidup di Kota Manado, misalnya, kata Lidya, berubah dari tradisional menjadi sosial urban. Ia mencontohkan hadirnya pusat perbelanjaan modern, seperti mal dan pusat-pusat grosir yang menggeser minat konsumen dari pasar tradisional ke pasar modern.

"Meski pasar tradisional belum seutuhnya tergeser, dalam arti para orang tua lebih memilih pasar konvensional, namun generasi muda cenderung lebih memilih pasar modern," ungkapnya.

Pembangunan sarana prasarana dan infrastruktur serta perubahan lingkungan yang masif, kata Lidya, telah mengubah tingkah laku masyarakat untuk lebih memilih konsumsi yg praktis.

Kedua, masyarakat Sulut cenderung terbuka dan penuh euforia terhadap perubahan. Contohnya saat pembukaan Transmart. Saat itu, masyarakat berbondong-bondong ke sana, hingga akses jalan macet. Ini karena masyarakat yang agresif terhadap perubahan.

Hal penting ketiga adalah pergeseran nilai dan kepentingan atas perubahan yang menghadirkan ruang liberal.

Menurut Lidya, saat ini telah terjadi pergeseran nilai dalam pola interaksi masyarakat di Sulut. Ini, katanya, terjadi karena hadirnya ruang publik yang liberal.

Ruang publik liberal ini, paparnya, bukan sekadar ruang untuk lifestyle, melainkan juga ruang untuk  menonjolkan identitas.

"Pusat-pusat perbelanjaan, seperti mal, memberikan ruang kepada generasi muda untuk menyatakan identitas sosial mereka dalam ruang publik," sambungnya

Lidya berharap pemahaman terhadap perubahan perilaku masyarakat ini bisa menjadi pertimbangan penting dalam pembangunan semua sektor di Sulut. (TRY)

Penulis:
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved