Ivansa - Bangun Ibukota Kabupaten di Injury Time JWS, Tondano Bersolek di Akhir 2017

Masa terakhir pemerintahan Jantje Wowiling Sajow dan Ivan Sarundajang, wajah Tondano berubah lebih molek dari waktu sebelumnya

Ivansa - Bangun Ibukota Kabupaten di Injury Time JWS, Tondano Bersolek di Akhir 2017
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Jembatan di atas sungai Tondano 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Akhir tahun 2017, wajah Tondano berubah. Lebih molek dari waktu-waktu sebelumnya. Ada perubahan yang tergolong mencolok.

Yang pasti, lebih enak dipandang, lebih enak dinikmati dari sebelumnya. Tak hanya ramai dengan suara kaki kuda yang mengaspal, tapi suara-suara wisatawan yang menikmati Tondano.

Momentun 2017 ini, juga bertepatan dengan masa terakhir pemerintahan Jantje Wowiling Sajow dan Ivan Sarundajang. Pembangunan di ibukota kabupaten ini bak serangan di injury time dalam permainan sepak bola.

Sebelumnya trotoar sudah sangat tak nyaman bagi pejalan kaki. Sudah lubang dengan got menganga. Warga pun sudah bisa menikmati trotoar dari paving block. Meski belum di semua titik, namun pemandangan berubah cukup signifikan.

Kehadiran Taman God Bless yang bersanding dengan Lapangan Sam Ratulangi menjadi magnet tersendiri. Kawasan ini bak alun-alun yang selalu ramai dikunjungi. Big letters God Bless Tondano City, menjadi spot foto yang beredar di media sosial.

Yang terbaru, ada jembatan penuh warna yang melintas di atas sungai di samping Taman God Bless. Belum lama rampung, tempat ini sudah ramai dengan warga yang datang berswafoto.

Dari Taman God Bless, berpindah ke kawasan Benteng Moraya. Wisata budaya yang telah dipugar semenarik mungkin. Menjadi magnet wisatawan. Tempat ini tak pernah sepi.

Rumah makan di pinggir danau pun muncul satu per satu hingga berjejeran. Sajian kuliner khas Danau Tondano akan sangat mudah dijumpai. Sembari menikmati sejuknya hawa Tondano dan pemandangan danau, sawah dan bukit barisan.

Pembangunan ini membuat Tondano lebih ramai, dari sebelum-sebelumnya. Kondisi Tondano sekarang menepis stigma bahwa Tondano adalah kota mati.

Sejumlah warga Tondano mengaku bersyukur, pembangunan di akhir 2017 ini sangat terlihat. Meski masih banyak pekerjaan rumah pemerintah daerah di kota perintis kemerdekaan ini.

"Dibandingkan sebelumnya, Tondano yang sekarang memang berubah. Dulunya tak ada yang bisa dinikmati di sini. Tapi sekarang kawasan wisata dan kuliner sudah tertata. Pembangunan jalan, trotoar sudah," ujar Maria, salah seorang warga.

Warga pun berharap, pembangunan ini tak hanya sampai di sini. Pemerintah daerah bisa membangun Tondano, Minahasa pada umumnya lebih baik. Siapapun pemimpin yang terpilih di Pilkada 2018 nanti. 

Penulis: Finneke
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved