Dukung Kelancaran Hubungan Dagang Indonesia-Filipina, Balai Karantina Siap Lakukan Ini

Junaidi, Kepala Balai Karantina Klas 1A Manado mengatakan pihaknya siap melakukan pemeriksaan terhadap semua produk impor dan ekspor.

Dukung Kelancaran Hubungan Dagang Indonesia-Filipina, Balai Karantina Siap Lakukan Ini
TRIBUNMANADO/FERDINAND RANTI
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado Ir Junaidi MM 

Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID—Junaidi, Kepala Balai Karantina Pertanian Klas 1A Manado mengatakan pihaknya siap melakukan pemeriksaan terhadap semua produk impor dan ekspor, untuk mendukung lancarnya hubungan dagang antara Indonesia dan Filipina pada tahun 2018 nanti.

‘’Hubungan dagang Indonesia dan Filipina khususnya melalui Sulut dulu tak lancar, sebab karantina belum siap melakukan pemeriksaan. Makanya pernah dikeluarkan larangan buah impor untuk masuk. Tapi, sekarang karantina sudah siap, jadi hubungan dagang Indonesia dan Filipina bisa lancar kembali,’’ kata Junaidi saat rapat komite keselamatan penerbangan di ruang Toar Bandara International Sam Ratulangi Manado beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan barang-barang import menurut Junaidi akan dilakukan balai karantina melalui laboratorium yang ada di Kota Bitung.

‘’Laboratorium ini sudah terakreditasi dan di ISO, jadi sudah mampu mendeteksi bahan berbahaya atau hama dan penyakit yang masuk, misalnya lewat Kapal Ferry Roro dari Filipina. Alat-alat juga sudah lengkap dengan anggaran mencapai Rp 1 Miliar untuk pembelian,’’ jelasnya.

Dr Magdalena Wullur, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado mengatakan, ada nilai plusnya jika hubungan dagang Indonesia-Filipina melalui Sulut kembali lancar.

‘’Hubungan dagang ini jika berjalan akan menggairahkan pasar, membuka peluang bisnis, meningkatkan investasi dan ekonomi masyarakat,’’ ujarnya.

Makanya, untuk menjamin kelancaran hubungan dagang tersebut, harus didukung dengan kebijakan pemerintah yang benar, dan control yang kuat atas kebijakan tersebut. ‘’Masyarakat juga harus mendukung hubungan ini dengan menerima barang-barang yang yang mungkin murah tapi berkualitas dari dari luar Negeri,’’ ungkapnya.

Khusus Balai Karantina, Magdalena berharap siap untuk menjalankan tugas dan memberikan pelayanan prima, agar perkembangan ekonomi di daerah tak terhambat.

‘’Balai Karantina jika ingin mendukung lancarnya hubungan dagang ini, maka harus sudah siap semuanya. Mulai dari alat-alat dan tenaga laboratorium atau peneliti untuk memeriska barang yang masuk, SOPnya, hingga kebijakan lainnya dari pemerintah pusat. Jangan sampai, barang dari luar sudah masuk, tapi lama diperiksa dan di shortir karena SOP nya tak ada,’’ katanya.

Magdalena mengaku ia punya pengalaman dalam proses impor barang dari luar negeri pada tahun 2015 silam. Ketika itu tumbuhan obat yang dikirim dari China ke Indonesia rusak karena tak mampu diperiksa secara cepat dan tepat oleh karantina. ‘’Barang-barang yang masuk dari luar negeri, akan diperiksa lagi oleh karantina, misalnya buah. Jangan sampai tertahan dan rusak, karena lambat pemeriksaannya oleh karantina seperti pada saat pengiriman tumbuhan obat dari China,’’ tegasnya.

Ia berharap, Balai Karantina nantinya bisa berinovasi untuk memeriksa barang-barang baru dari luar negeri. ‘’Jangan sampai balai karantina atau laboratorium yang ada, jadi bangunan tak terpakai. Harus disiapkan semua komponen pendukungnya dan ada inovasi nantinya jika ada barang-barang yang baru yang masuk. SOP harus jelas dan cepat, agar tak menghambat hubungan dagang dengan Negara lain,’’ tukasnya.

Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved