Program Cetak Sawah di Wilayah Bolsel Melebihi Target
Program cetak sawah di wilayah Bolaang Mongondow Selatan melebihi ekspektasi atau target yag di tentukan
Penulis: | Editor:
Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken
MOLIBAGU, TRIBUN - Program cetak sawah tahun 2017 di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), melebihi ekspektasi atau target yang ditentukan. Sebelumnya ditargetkan seluas 300 hetar dan yang selesai cetak seluas 314 hektar.
"Kan lebih banyak lebih baik dari pada kurang," jelas Surahman Sugeng Purwono, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) diruang kerjannya, Kamis (21/12).
Kata dia, proyek pekerjaan yang dilaksankan oleh pihaknya bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD), selesai awal bulan Desember. Lebih cepat dari waktu yang ditentukan yaitu pada pertengahan bulan yaitu tanggal 15 Desember.
Adapun lokasi persawahan seluas 314 hektar tersebut berada di beberapa desa. Diantaranya Desa Posilagon, Onggunoi, Onggunoi Selatan, Dumagin B, Soguo, dan Salongo.
"Satu hektar anggarannya Rp 16 juta, jadi total keaeluruhan Rp 4,8 miliar yang bersumber daru Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Pusat tahun 2017," jelas Sugeng.
Diterangkan olehnya, pengguna anggaran itu ada di Dirjen Prasarana Sarana Pertanian (PSP), kuasa pengguna anggaran ada pada Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
"Kepala Dispertanak Kabupaten sebagai hanya sebatas Pejabat Pembuat Komitmen saja," jelasnya.
Kata dia program hasil kerja sama dengan TNI AD ini, berdampak positif terhadap perkembangan pertanian yang mengandalkan sawah sebagai media tanam. Tahun yang lalu berhasil mencetak 100 hektar sawah, dan tahun 2017 berhasil mencetak 300 hektar sawah.
"Tahun depan ada potensi cetak 100 hektar sawah," kata dia.
Senada disampaikan oleh Kepala Bidang Pertanian, Silvia Antoni, bahwa ada peningkatan hasil panen sebelum dan sesudah kegiatan cetak sawah.
Jika pada tahun 2015 sebelum ada kegiatan cetak sawah produksi luas panenen berjumlah 1.746 hektar, dan setelah ada cetak sawah tahun 2016 bertambah menjadi 1.991 luas panen.
"Produksi tahun 2015 berjumlah 9.280 ton, dan tahun 2016 menjadi 10.594 ton. Lumayan besar ketambahannya," jelasnya.
Untuk saat ini kata dia, proses pertanian yang mengandalkan sawah baru tersebut masih dalam tahapan pesemayaman.
"Tentu tahun depan akan belipat - lipat ganda. Bolsel bakal jadi lumbung pertanian padi," tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bolsel_20171221_122349.jpg)