Penerimaan Bea Cukai Bisa di Atas 90%, Ini Perhitungannya

Pemerintah mencatatkan penerimaan pajak dan bea cukai hingga pertengahan Desember ini masing-masing 82,6% dan 80,76%.

Penerimaan Bea Cukai Bisa di Atas 90%, Ini Perhitungannya
kontan
ilustrasi cukai rokok 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah mencatatkan penerimaan pajak dan bea cukai hingga pertengahan Desember ini masing-masing 82,6% dan 80,76% dari targetnya dalam APBN-P 2017.

Dengan demikian, penerimaan dari pajak sendiri kurang Rp 222 triliun. Sebab, pemerintah tercatat telah memperoleh penerimaan pajak sebesar Rp 1.061 triliun.

Sementara, untuk penerimaan cukai sendiri mencapai Rp 150,79 triliun per pertengahan Desember. Dengan demikian, kekurangannya adalah sebesar Rp 36,35 triliun untuk mencapai target penerimaan sesuai APBNP 2017.

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan, dari realisasi tersebut, capaian bea masuk surplus. Sementara bea keluar sudah mencapai target.

Tercatat, bea masuk telah terkumpul sebesar Rp 33,02 triliun atau atau 99,24% dari target. Sementara dari bea keluar Rp 3,73 triliun atau 135,73% dari target.

“Bea masuk tercapai berkat dua hal. Satu, pertumbuhan ekonomi internasional membaik dicerminkan dari naiknya volume impor. Kedua, karena faktor keberhasilan penertiban barang impor,” kata Heru di Gedung Kemkeu, Jakarta, Selasa (19/12).

“Posisi kita lebih baik dari tahun kemarin, kita memperkirakan lebih dari 100%. Kalau terpenuhi, bea cukai pecah telur setelah beberapa tahun tidak tercapai targetnya,” ucapnya.

Di sisi pajak sendiri untuk penerimaan Desember 2017 belum ada rinciannya. Namun, Dirjen Pajak Robert Pakpahan menyatakan bahwa pencapaian cukup baik.

Menurut dia, secara rata-rata, penerimaan Desember cukup dominan dalam satu tahun. “Kegiatan atau pengeluaran pemerintah paling besar di Desember. Lalu ada hari libur Natal. Jadi kami harapkan Desember berikan kontribusi tinggi,” ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya yakin bahwa realisasi penerimaan pajak pada tahun ini tidak meleset banyak dari targetnya.

“Kami sangat yakin dengan outlook realisasi 2017 ini walaupun tidak 100%, tapi membuat APBN tersebut mendarat dengan amanlah dengan outlook defisit yang sesuai prediksi,” jelasnya.

Direktur Eksekutif CITA Yustinus Prastowo memperkirakan, pada tahun ini realisasi penerimaan pajak tahun 2017 bisa finish di 90% atau sekitar Rp 1.155,6 triliun. Menurut dia, pada Desember tahun ini tren penerimaan bisa melonjak tinggi melihat  penerimaan pada 2015 yang hampir sama trennya dengan tahun ini.

“Setoran-setoran dari belanja APBN/D belum semua masuk. Termasuk PPN di akhir bulan,” katanya kepada Kontan.co.id, Senin (18/12).

Sementara untuk bea dan cukai diperkirakan sebesar Rp 147,7 triliun atau sekitar Rp 42 triliun di bawah dari target yang sebesar Rp 189,1 triliun.

Pencapaian 96,19% ini akan didorong oleh ekonomi secara alamiah. “Untuk cukai biasanya Desember naik signifikan karena penebusan pita cukai tahun 2018,” kata dia. *

Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved