Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pelajari Pengelolaan BUMDes, Puluhan Sangadi di Bolsel Kunjungi Bogor

Desa Sukamanah merupakan desa terbaik se-Indonesia dalam pengelolaan Badan Urusan Milik Desa (BUMDes).

Tayang:
Penulis: | Editor: Aldi Ponge
ISTIMEWA
Kunjungan puluhan Sangadi Bolsel di Desa Sukamanah. 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Puluhan Sangadi (Kepala Desa) se - Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) melakukan studi banding Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Selasa (19/12/2017) sampai Rabu (20/12/2017).

Desa Sukamanah merupakan desa terbaik se - Indonesia dalam pengelolaan Badan Urusan Milik Desa (BUMDes). Tahun ini saja berhasil mengelola Dana Desa (Dandes) sebesar Rp 2,4 miliar.

Sebagai daerah yang baru tentu Bolsel harus benyak belajar tentang pengelolaan hal - hal yang berhubungan dengan BUMDes, seperti pengelolaan sanitasi dan air bersih, pasar desa, koperasi simpan pinjam masyarakat dan sebagainya.

"Nah itulah yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di desa kami," ucap Ismail Kepala Desa Sukamanah ditirukan oleh Kabag Humas Setdakab Bolsel, Ahmadi Modeong, Rabu (20/12/2017).

Kata dia, sarana air didaerahnya secara keseluruhan sudah menggunakan meteran mirip seperti Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) berjumlah 1.500 Kepala Keluarga (KK).

Kemudian pasar didesannya memiliki 107 kios, berdiri diatas lahan seluas 9.300 hektar. Dengan sistem disewakan kemudian uangnya menjadi PAD.

"PAD kita mencapai Rp 229 juta pertahun," terangnya.

Diharapkannya, kehadiran para Sangadi benar - benar bermanfaat bagi desannya nanti. Apa yang didapatkan bisa diaplikasikan untuk memajukan daerah Bolsel.

Memanfaatkan semua peluang di desa yang bisa dijadikan menjadi PAD, mengingat membangun desa adalah program pemerintah pusat.

"Diharapkan kehadiran dapat meningkatkan pengetahuan terkait BUMDes, khususnya meningkatkan ekonomi kerakyatan," jelasnya.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Basri Sutrimo, mengatakan, ada 62 orang peserta yang berangkat baik itu Sangadi maupun Perangkat Desa dan unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

"Ada juga yang belajar di Geospasial Bogor, memperoleh gambaran tentang tata cara penegasan batas desa melalui titik koordinat," kata Basri.

Tambahnya anggaran yang digunakan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) yang dianggarkan untuk perjalanan dinas luar daerah.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved