PMII Rayon Politeknik Gelar Sekolah Islam dan Gender
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Politeknik Negeri Manado, terus memberikan pemahaman kepada kadernya
Penulis: Handhika Dawangi | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Politeknik Negeri Manado, terus memberikan pemahaman kepada kadernya dalam segala hal.
"Kita banyak melakukan diskusi dengan semua anggota khususnya rayon Politeknik. Berbagai tema diskusi kita berikan," ujar Ketua PMII Rayon Politeknik Negeri Manado Akbar Beddu, kepada Tribun Manado, Senin (18/12/2017) sore.
Selain diskusi, PMII juga melaksanakan berbagai kegiatan lainnya yang menunjang pengetahuan dari semua anggota. Satu diantaranya dengan kegiatan sekolah islam dan gender (SIG)
"Kegiatan SIG ini ada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota lebih khusus anggota perempuan (kopri). Karena kita sadari bahwa kebanyakan anggota perempuan yang ada di rayon politeknik tidak memahami tentang batasan-batasan gerakan perempuan di lingkungan sosial serta hubungan antara islam sendiri dan gender," ujar dia.
Sekolah Islam dan Gender adalah fase orientasi kepada anggota-anggota perempuan dan laki-laki PMII setelah mengikuti kaderisasi formal yaitu Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA).
"SIG juga dalam rangka penguatan intelektual anggota PMII terhadap Islam ramah perempuan, isu-isu gender dan sensitifitas gender di masyarakat. Tujuan Sekolah Islam dan Gender, secara umum, anggota diharapkan menjadi anggota yang berkualitas MUTAKID, yakni anggota yang memiliki loyalitas atau kesetiaan terhadap organisasi dan peka bahwa islam itu ramah perempuan, isu-isu gender dan sensitifitas gender di lingkungan sekitarnya," ujar Ketua Panitia Zaizafun Assagaf.
Lanjut Zaizafun, secara khusus tujuannya bagi anggota yang sudah mengikuti SIG juga diharapkan
memiliki keyakinan bahwa PMII dan KOPRI merupakan organisasi kemahasiswaan yang tepat untuk pengembangan diri mahasiswa islam.
"Memiliki keyakinan bahwa PMII dan KOPRI adalah organisasi kemahasiswaan yang tepat untuk memperjuangkan idealism dan memperjuangkan kaum mustadl’afin (orang-orang tertindas) tanpa memandang jenis kelamin, baik itu laki-laki maupun perempuan. Mengikuti Ahlussunnah Wal Jama’ah (ASWAJA) sebagai dasar prinsip pemahaman, pengamalan, dan penghayatan Islam di Indonesia," ujar dia.
Kegiatan SIG dilaksanakan selama dua hari dua malam, Sabtu (16/12/2017) dan Minggu (17/12/2017) di SKB Tuminting.
"Pesertanya selain dari rayon politeknik, ada juga dari rayon usuluddin, rayon tarbiyah, rayon syariah, rayon ibnu sina," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pmii_20171218_182815.jpg)