Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Banjir dan Longsor ‘Kepung’ Manado

Bencana longsor dan banjir melanda sejumlah wilayah di Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:
ANDREAS RUAUW
Evakuasi Banjir 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bencana longsor dan banjir melanda sejumlah wilayah di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), akibat hujan deras yang melanda Manado sepanjang hari Jumat (15/12) hingga Sabtu (16/12) malam karena.

Sedikitnya 17 wilayah yang ada di tujuh kecamatan di Kota Manado dilanda banjir dengan ketinggian air antara 20 cm hingga 1 meter lebih. Akibatnya puluhan rumah terendam dan sejumlah ruas jalan tak bisa dilalui.

Seperti di pusat Kota Manado, puluhan rumah dan kendaraan

terendam banjir. Beberapa wilayah di Sario ketinggian air bahkan mencapai atap rumah.

Popi Palilingan (48), warga Sario Utara Lingkungan Tiga, bahkan sempat terjebak banjir selama dua jam di rumahnya karena air sudah mengelilingi rumah dan ia tak bisa kemana-mana.

“Kami terjebak banjir dari pukul 18.00 dan baru dievakuasi pukul sekitar 20.30 menggunakan perahu karet.  Kami hanya bisa selamatkan dua tas isi pakaian. Kami mengungsi di gereja," ungkap Popi

Dari data yang diperoleh Tribun, bencana banjir dengan ketinggian 50-60 cm melanda Kelurahan Taas, Tingkulu, Kampung Tubir, dan Komo Luar.

Sementara itu banjir dengan ketinggian 10 -30 cm melanda  Kelurahan Winangun Satu, Banjer, Taas, Tanjung Batu, Sario dan Jalan Sumompo.

Selain banjir, bencana longsor juga terjadi masing-masing di

Kelurahan Tumumpa Satu, Mahawu, Banjer, Perkamil, Tanjung Batu dan Jalan Manado Tomohon, di Desa Pineleng.

Sementara itu, akibat bencana longsor sebuah mobil pick up tertimbun longsor di terowongan samping Malendeng Residence, Sabtu (16/12) malam.

Menurut Natalia (23) salah seorang warga, mengatakan bahwa sebelum kejadian longsor tersebut.  Dirinya sempat mendengar gemuruh, suara tanah runtuh.

"Kejadiannya cepat sekali, usai dengar suara itu, saya lihat ada mobil pick up terjebak," kata dia.

Ia kemudian langsung memanggil masyarakat dan menolong pengendara pick up.  "Pengendaranya tidak apa-apa,tapi mobilnya tidak bisa dievakuasi," aku dia.

Aparat gabungan TNI, Polri, dan BNPB diterjunkan untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak di dalam rumah.

Sumber: Motor Plus
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved