Breaking News
Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Warga Manado Heboh Dengan Munculnya Angin Puting Beliung, Ini Penjelasan BMKG Sulut

Fenomena anak puting beliung terlihat di Teluk Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (15/12/2017) sekitar pukul 14.20

Penulis: Alexander Pattyranie | Editor: Andrew_Pattymahu
Facebook Roi Subadio
Puting Beliung 

Laporan Wartawan Tribunmanado.co.id Alexander Pattyranie

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Fenomena anak puting beliung terlihat di Teluk Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (15/12/2017) sekitar pukul 14.20 Wita.

Dalam kondisi berangin dan hujan, tampak seperti awan menggulung hingga ke permukaan laut di teluk Manado.

"Tadi bermaksud berbelanja, tiba-tiba ada puting beliung. Jadi saya berteduh dan mengamatinya hanya berlangsung sekitar lima menit. Keren tapi berbahaya," ujar Ishak Kusrant, warga Manado.

Puting Beliung di Manado
Puting Beliung di Manado (screenshot dari video yang direkam Steve JR)

Kepala Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Samrat Manado, Sutikno kepada Tribunmanado.co.id mengatakan, kejadian yang terjadi dia Teluk Manado tersebut masuk dalam kategori puting beliung yang berarti angin berputar dengan kecepatan antara 60-90 km/jam.

"Puting belung sangat singkat sekali yaitu sekitar 5-10 menit. Ini diakibatkan oleh perbedaan tekanan yang sangat besar antara area sangat lokal seperti wilayah perairan maupun daratan dengan awan Cumulonimbus (CB) di atasnya," kata Sutikno. 

Dijelaskannya, ejala terjadinya puting beliung antara lain udara terasa panas dan gerah, di langit tampak ada pertumbuhan awan Cumolonimbus, di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepis sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi yang secara visual seperti bunga kol.

"  Awan tiba-tiba berubah menjadi hitam membentuk awan CB, ranting pohon bergoyang cepat disertai angin kencang, durasi pertumbuhan hingga awan punah mencapai 1 jam," terangnya. 

Dikatakannya, proses terjadinya awan putting beliung erat kaitannya dengan pertumbuhan awan CB. 

Selain itu kata Sutikno, ada fase tumbuh dan fase matang untuk puting beliung

" Dalam fase ini udara naik ke atas dengan cepat dan belum terjadi hujan. Sedangkan fase matang, hujan sudah tidak tertahan lagi dan turun, suhu pada turunnya hujan dengan suhu di sekelilingnya lebih dingin akibatnya tekanan ke bawah lebih tinggi dari tekanan ke atas, tekanan udara ke bawah dan tekanan udara ke atas saling bergesekan dan membentuk pusaran dengan kecepatan tinggi menjilat bumi/perairan sebagai awan putting beliung terkadang membentuk pancaran air (Water spot)," terangnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved