Sembilan Pencari Suaka di Manado Dipindahkan ke Rudenim Surabaya
Sebanyak sembilan pencari suaka yang menghunu Rumah Deteksi Imigrasi (Rudenim) Manado, akhirnya ditransfer ke Rudenim Surabaya
Penulis: Nielton Durado | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sebanyak sembilan pencari suaka yang menghunu Rumah Deteksi Imigrasi (Rudenim) Manado, akhirnya ditransfer ke Rudenim Surabaya, Kamis (14/12) melalui Bandara Samratulangi Manado.
Pemindahan tersebut, dilakukan atas keputusan direktorat jendral Imigrasi karena menganggap Rudenim Manado sudah penuh, dan melihat masih ada tempat di Rudenim Surabay untuk menampung sembilan pencari suaka tersebut.
Kepala Divisi Imigrasi Sulut, Dodi Karnida mengatakan bahwa sembilan pencari suaka tersebut di kawal oleh lima orang petugas Rudenim Manado dan empat orang dari Rudenim Surabaya.
"Para pencari suaka ini rata-rata sudah tinggal lebih dari enam bulan dan bahkan ada yang sudah hampir dua tahun dan sebelumnya mereka berasal dari Rudenim Makassar," ujar dia.
Dodi menambahkan sebenarnya ada 10 orang yang akan dipindahkan pada hari ini. "Tapi salah satu pencari suaka asal Somalia menolak untuk pindah karena merasa sudah betah tinggal di Manado," ungkapnya.
Sampai saat ini mereka belum mendapat kepastian kelulusan statusnya sebagai pengungsi (refugee).
Penilaian untuk mendapatkan kelulusan status pengungsi ini tidak dilakukan oleh pihak Imigrasi melainkan oleh Perwakilan Badan PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) yang ada di Jakarta.
Selama menunggu proses yang dimaksud, biaya akomodasi dan pemeliharaan kesehatan mereka dipenuhi oleh International Organization for Migration (IOM).
Sedangkan penampungan dan pengawasan mereka dilakukan oleh Petugas Rudenim dan untuk kegiatan-kegiatan sosial mereka seperti olah raga volley, futsal, berenang, arung jeram, pendidikan keterampilan tehnik mesin dan lain-lain, difasilitasi oleh Jesuit Refugee Service (JRS).
"Mereka para pencari suaka ini tidak termasuk ke dalam kelompok yang melakukan mogok makan tempo hari karena yang mogok makan itu ialah para orang asing yang sudah berstatus pengungsi yang menuntut untuk segera ditempatkan di negara ketiga seperti negara Australia, Amerika Serikat, Kanada dan lain-lain yaitu negara yang mau menerima/menampung orang-orang yang berstatus pengungsi," ucapnya.
Di tahun 2018 nanti, Dodi menegaskan ada empat orang Deteni atau penghuni Rudenim yang akan dipulangkan ke Manila Filipina.
"Untuk pemulangan WN Filipina, kami sangat mengharapkan ada penerbangan yang langsung antara Manado dan Davao seperti halnya beberapa tahun yang lalu. Dengan adanya penerbangan dimaksud, banyak fihak yang akan senang seperti kami para petugas imigrasi yang tidak usah repot-repot mengawal ke Jakarta," tandasnya. (nie)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pencari-suaka_20171215_020044.jpg)