Berdemo, AMP Minta Freeport Keluar Dari Papua
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiwa Papua (AMP) Sulut melakukan aksi, Senin (11/12) di depan Patung Dr. Samratulangi
Penulis: Nielton Durado | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiwa Papua (AMP) Sulut melakukan aksi, Senin (11/12) di depan Patung Dr. Samratulangi, Universitas Sam Ratulangi Manado.
Dalam aksi tersebut kurang lebih ada 10 tuntutan yang mereka suarakan. Diantaranya meminta agar PT. Freeport keluar dari tanah Papua, menghentikan transmigrasi ilegal masuk ke Papua, hentikan pembangunan taman Lores di danau Habema Wamena Papua, dan menuntaskan kasus pelanggaran Hak asasi manusia yang terjadi di Papua.
Menurut Efer Lokobal, salah satu pendemo mengatakan bahwa PT. Freeport sudah terlalu banyak mencuri kekayaan alam dari tanah Papua.
"Mereka sudah terlalu banyak ambil kekayaan alam kami, tapi tidak ada sumbangsih buat masyarakat yang ada di Papua," aku dia.
Ia juga mengatakan bahwa pada tahun 2016, Presiden Joko Widodo sudah berjanji untuk menyelesaikan kasus-kasus HAM yang terjadi di Papua.
"Untuk itu kami meminta agar pak Presiden bisa menepati janjinya," tegas Efer.
Aksi ini berjalan kurang lebih dua jam dam dikawal ketat oleh ratusan personil sabhara Polresta Manado.
"Kami minta agar pak Presiden bisa mengabulkan tuntutan kami," tandasnya. (nie)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/demo_20171211_213747.jpg)