Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Warga Terima Rastra Gratis Tahun 2018

Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sulut dan Gorontalo meminta agar Kabupaten dan Kota di Sulut segera menyelesaikan penyaluran Beras Sejahtera

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
HERVIANSYAH
Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sulut dan Gorontalo 

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sulut dan Gorontalo meminta agar Kabupaten dan Kota di Sulut segera menyelesaikan penyaluran Beras Sejahtera (Rastra) 2017. Agar penyaluran beras untuk masyarakat tidak mampu tersebut tersalurkan 100 persen.

"Untuk Sulut saat ini penyalurannya sudah sekitar 92 persen, kami yakin nantinya dapat 100 persen. Hal ini karena mulai 1 Januari 2018 penyaluran Rastra akan beruba skema dari sebelumnya masyarakat penerima manfaat harus membayar Rp1.600 per kilogram menjadi gratis atau cuma-cuma," ujar Kepala Perum Bulog Divre Sulut Eko Pranoto, Kamis (7/12/2017).

Pranoto menambahkan pemerintah telah mengubah penyaluran Rastra dari pangan bersubsidi menjadi bansos Rastra dan Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) sehingga tidak ada tebusan lagi.

Sedangkan untuk masyarakat penerima manfaat yang sebelumnya masih menerima Rastra akan dikonversi bantuannya ke metode nontunai, yakni BPNT.

Mereka yang menerima BPNT akan menerima bantuan sebesar Rp110 ribu per bulan yang disalurkan melalui rekening perbankan. Warga tinggal datang ke warung dan menggesek untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, gula atau telur di toko dan warung yang telah ditunjuk pemerintah.

Untuk itu bagi pemerintah kabupaten dan kota yang masih belum menyalurkan dab ada piutang Rastra secepatnya diselesaikan. "Masih ada piutang Rp7,9 miliar, namun ada kesepakatan untuk penyelesaian," tuturnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Jenny Karouw mendorong kabupaten dan kota menuntaskan pembayaran beras rastra. Hanya saja menurut dia, mendapat banyak laporan terkait adanya kendala penyaluran yang ada di lapangan. "Untuk itu harus koordinasi ditingkatkan," ungkapnya.

Sedangkan untuk kendala distribusi seperti di pulauan dapat terhalang kapal pengangkut mengalami kerusakan teknis pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat. (erv)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved