Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

KLB Difteri Nasional, Dinas Kesehatan Kotamobagu Intensifkan Vaksinasi DPT

anjut Haris, mengatisipasi penyakit itu pihaknya sudah mengintensifkan pemberian vaksinasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus)

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fernando_Lumowa
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
VAKSINASI DIFTERI - Petugas medis dari Dinas Kesehatan Kota Malang menyiapkan vaksin Tetanus-Diphtheria Toxoid (Td) untuk diberikan pada siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ahmad Yani, Jalan Kahuripan, Kota Malang, Senin (22/8/2016). Pemberian vaksin pada siswa ini untuk mecegah penularan penyakit Difteri yang telah menjangkiti enam siswa dan satu guru di sekolah tersebut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kasus luar biasa (KLB) difteri yang ditetapkan pemerintah pusat diseriusi Pemerintah Kota Kotamobagu.

Kemenkes melalui Bidang Pencegahan Penyakit Menular, penyakit difteri ditetapkan sebagai KLB karena sudah itemukan di 96 kabupaten kota di 20 provinsi.SejakJanuari hingga Desember terdapat 593 kasus dengan 32 korban jiwa.

Dinas kesehatan Kota Kotamobagu langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulut mendapati belum ada penyakit itu di Sulut.

“Khusus Kota Kotamobagu belum ditemukan penyakit tersebut, Kemenkes petakan penyakit Difteri ditemukan di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel)," kata Drg Haris Mongilong Kepala Dinas Kesehatan Kotamobagu, Rabu (7/12).

Lanjut Haris, mengatisipasi penyakit itu pihaknya sudah mengintensifkan pemberian vaksinasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus) di semua puskesmas yang ada di Kotamobagu.

Selain itu melakukan pemantauan langsung saat pelaksanaan pemberian imunisasi serta vaksin DPT. "Ini difteri penyakit berbahaya penyebaranya melalui udara dan menyebabkan kematian," urainya.

Adapun ciri dari penyakit difteri di tenggorokan ada pembengkakan selaput lendir, sulit menelan, batuk, kemudian disertai dengan adanya mual-mual akan berdampak hingga ke jantung dan ginjal.

Dinas Kesehatan menghimbau pada masyarakat jika sudah merasakan ciri-ciri diatas agar supaya segera datang berobat ke puskesmas.

"Di puskesmas seluruh penyakit melalui program kesehatan terus di intensifkan bukan hanya penyakit tertentu tapi semua persoalan kesehatan yang dialami masyarakat," tukasnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved