Pengguna Bright Gas 5,5 Kilogram Meningkat di Sulut

Pengguna Bright Gas 5,5 kilogram di Sulawesi Utara (Sulut) setiap bulannya terus meningkat.

Pengguna Bright Gas 5,5 Kilogram Meningkat di Sulut
VENDI LERA
Pengguna Bright Gas 5,5 Kilogram Meningkat di Sulut 

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Pengguna Bright Gas 5,5 kilogram di Sulawesi Utara (Sulut) setiap bulannya terus meningkat. Hal ini karena banyak warga yang sebelumnya menggunakan elpiji 3 kilogram beralih ke elpiji non subsidi tersebut.

"Untuk Bright Gas 5,5 kilogram saat ini terus meningkat penggunaannya di masyarakat," ujar Sales Eksekutif LPG PT Pertamina (Persero) Area Manado, Parrama Ramadhan, Selasa (4/12/2017).

Peningkatan Bright Gas 5,5 kilogram di wilayah Sulutgo semakin meningkat karena pemerintah juga telah mengimbau ASN untuk menggunakn Bright Gas. Sebab LPG 3 kilogram hanya dikhususkan untuk keluarga miskin. Selain itu, juga terus melakukan sosialisasi bagi masyarakat mampu serta restoran besar untuk menggunakan bahan bakar tersebut.

"Dengan peralihan tersebut sehingga penggunaan elpiji 3 kilogram berkurang," ungkapnya.

Dampak biasanya pada tahun lalu akhir November, tabung LPG 3 kilogram sudah mulai langka, karena konsumsi masyarakat mulai meningkat. Namun saat ini sudah tidak lagi terjadi kelangkaan.

Masyarakat Sulawesi Utara yang menggunakan Bright Gas 5,5 kilogram mencapai 8.000 tabung per bulan. Jumlah tersebut sama dengan 45 metriks ton. Setiap bulannya terjadi peningkatan sekitar 300-500 tabung.

Bright Gas 5,5 kilogram merupakan varian baru gas dengan menawarkan berbagai kelebihan bagi konsumen. Pertama, lebih aman dengan fitur katup ganda yang mengadopsi teknologi Double Spindle Valve System (DSVS) sehingga 2 kali lebih aman dalam mencegah kebocoran pada kepala tabung.

Kedua, fitur keamanan diperkuat
dengan adanya tambahan segel resmi Pertamina yang dilengkapi dengan hologram fitur OCS (Optical Color
Switch) yang telah memperoleh paten dan tidak dapat dipalsukan sehingga menjadi jaminan kualitas.

Fitur ini hampir sama dengan teknologi yang digunakan dalam benang pengaman uang kertas dan dokumen-dokumen
berharga lainnya.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut Hanny Wajong mengungkapkan pihaknya terus memantau ketersediaan kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, termasuk didalamnya ketersediaan elpiji yang digunakan masyarakat.

Hal ini dilakukan jangan sampai masyarakat kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar tersebut. (erv)

Penulis: Herviansyah
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved