Hasil Survei - AHY Urutan Kedua Cawapres, Ini Kata Politisi Demokrat

survei Poltracking Indonesia yang menempatkan AHY berada di posisi kedua untuk cawapres pendamping Presiden Jokowi

Hasil Survei - AHY Urutan Kedua Cawapres, Ini Kata Politisi Demokrat
KOMPAS.com/Fabian Januarius Kuwado
Agus Harimurti Yudhoyono bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo di istana Negara, Jakarta, Minggu (25/6/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Wakil Sekjen Demokrat Putu Supadma Rudana menilai figur Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) tepat untuk memimpin Indonesia ke depan.

Hal itu disampaikan Putu menanggapi rilis survei Poltracking Indonesia yang menempatkan AHY berada di posisi kedua untuk cawapres pendamping Presiden Jokowi dengan elektabilitas 16 persen.

Terlebih, kata Putu, putra sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu telah berkeliling Indonesia untuk menyampaikan gagasanya mengenai Indonesia. Ia menuturkan AHY merupakan tokoh independen meskipun dekat dengan Partai Demokrat.

"Kita melihat bahwa figur AHY ini sangat tepat juga untuk memimpin Indonesia ke depan terlepas dari tahun berapa ya," kata dia melalui keterangan tertulis, Selasa (28/11/2017).

Selain itu, Putu menuturkan hasil survei AHY di atas Partai Demokrat yang dalam rilis survei yang sama, hanya sebesar 4,2 persen.

Ia berharap Demokrat ke depan segera mendeklarasikan AHY sebagai figur yang pantas didorong untuk pemimpin masa depan.

"Harapan saya, saya ingin ke depan harusnya Demokrat berani menyatakan bahwa inilah figur kita kedepan," katanya.

Sebelumnya, hasil survei nasional Poltracking Indonesia menyebutkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai oleh publik sebagai figur yang paling tepat mendampingi Joko Widodo di Pemilu 2019.

Pada simulasi tujuh kandidat calon wakil presiden untuk Jokowi, Gatot menempati posisi teratas dengan 16,4 persen, sedangkan Agus menempel ketat di posisi kedua dengan 16 persen.

Adapun kandidat-kandidat cawapres Jokowi turut disimulasikan oleh Poltracking mengingat mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan menjadi petahana pada Pemilu 2019.

"Dua kandidat tertinggi ini memiliki gap elektabilitas 0,4 persen," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR dalam paparannya di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Minggu (26/11/2017).

Editor: Aldi Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved