Nasib Memilukan Atlet Sulut - Demi Bertahan Hidup, Irfan Nyaris Jual Medali

Awan gelap tak pernah beranjak dari para atlet Sulut. Irfan Tentonda, atlet tinju yang berulangkali mengharumkan nama Sulut

ARTHUR ROMPIS

Menguatkan diri, namun momen melankolis kerap mendatanginya.Apalagi saat lewat sasana tinju.
Hatinya sakit, airmatanya menetes. Dunia serasa tak adil.

Dunia tinju yang ia cintai, dimana ia beroleh ketenaran, dunia yang harus ditinggalkannya dengan terpaksa, membuatnya harus hidup di dunia lain, yang tak dikenal, kejam dan ia tersisih.

"Sedih rasanya, tapi saya terus memelihara pengharapan, kondisi tubuh saya terus jaga agar saatnya nanti saya bisa kembali," kata dia.
Sabtu siang itu, Irfan memeluk Jovan, anaknya yang masih
berusia dua tahun.Sang anak mirip ayahnya.

Sambil menatap sang ayah, Jovan kecil menggerak gerakkan kedua tangannya, seperti hendak meninju, lantas ia tertawa.
Irfan merangkul anaknya itu."Dia alasan utama saya untuk bertahan, saya janji membanggakannya sebagai orang tua," ujar dia. (art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved