Begini Suka Duka Dokter Muda Asal Mitra
Menjadi seorang dokter muda tidaklah gampang. Butuh perjuangan dan kerja keras demi melayani para pasien.
Penulis: Maickel Karundeng | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID-Menjadi seorang dokter muda tidaklah gampang. Butuh perjuangan dan kerja keras demi melayani para pasien.
Kimberly Munaiseche satu diantara dokter muda membagikan suka maupun duka menjadi dokter muda.
Menjadi dokter muda dalam tugas tanggung jawab memang tidak sebanyak dengan para dokter yang sah atau telah dilantik.
Gadis kelahiran Tomohon 18 April 1995 menyampaikan bahwa sebagai dokter muda statusnya adalah asisten dokter yang selalu membantu tugas dokter sekaligus belajar dari pengalaman dan pengetahuan dokter, tapi tidak hanya itu kami juga diberi kesempatan untuk melayani pasien yang sedang sakit.
Kimmy nama akrabnya berkata untuk sukanya ialah mendapat ilmu dari pasien dan dokter, dan juga merasakan bagaimana peran dokter sesungguhnya, tetapi dukanya kami harus mengurangi jam tidur.
Selain itu, bisa dapat banyak teman, lebih banyak ilmu dan pengetahuan apalagi dalam praktik atau skill, banyak juga pengalaman, lebih panjang sabar dalam setiap masalah yang dialami. Mempunyai rasa tanggung jawab yang sangat besar apalagi dalam melayani dan membantu sesama manusia.
"Kami harus merasakan lelah dalam bekerja karena aktivitas yang terlalu banyak tetapi duka itu ditepis karena kami melayani dokter dan pasien dengan sepenuh hati," ujar dokter muda yang sedang praktek di Rs Prof Kandou Malalayang.
Kalau dukanya, ketika jaga malam pastinya tidak boleh tidur apalgi ketika pasien di ICU atau dikamar pasien harus di observasi perjam.
"Jika sudah sangat mengantuk, boleh istirahat tapi gantian dengan teman yang sama-sama jaga itupun kalau ada teman. Jika tidak ada teman ya tidak bisa istrahat," ungkap wanita asal Kabupaten Minahasa Tenggara ini.
Kalaupun dapat kesempatan tidur, ya tidur bukan di tempat tidur empuk atau springbed, hanya di meja, dikursi, atau di lantai walaupun hanya beberapa menit.
Itu sudah sangat bersyukur yang penting sudah mengikuti keinginan mata untuk tidur sedikit.
Jika fisik tidak memungkinkan atau sakit pasti tak bisa melayani pasien. "Saat memakai alat-alat medis juga harus berhati-hati karena akan sangat berbahaya untuk diri sendiri," jelas Kimmy yang bercita-cita menjadi Dokter Sp,OG.
Banyak juga tugas yang harus dikerjakan, yakni mengikuti ujian disetiap bagian.
Kimmy bercerita tentang melayani pasien ada kooperatif ada juga beberapa pasien yang tak kooperatif.
Tapi jika mau di tanggapi dengan emosi juga sangat tidak mungkin bagi seorang dokter, karena kewajiban dokter melayani dengan rasa simpati dan empati. Selain itu, dalam bertutur kata harus di jaga karena dalam pengobatan pada pasien, komunikasi yang baik dengan pasien itu sangat penting.
"Jadi semampu kita untuk membuat pasien bisa nyaman dan kooperatif. Saat melayani dengan hati yang bersyukur, pasti semua akan aman-aman saja, pasti juga Tuhan akan bantu. Karena kita merawat, mengobati, tapi Tuhan yang menyembuhkan," tandas putri pasangan Welly Munaiseche dan Delly Makalow. (Kel)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kimberly-munaiseche_20171124_181930.jpg)