Wali Kota Manado Vicky Lumentut Sebut Setiap Hari 33 Orang Meninggal Karena Narkoba

Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor) BNN Manado dengan instansi terkait.

Wali Kota Manado Vicky Lumentut Sebut Setiap Hari 33 Orang Meninggal Karena Narkoba
ISTIMEWA
Wali kota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO  - Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut menegaskan bahwa narkoba adalah bahaya laten bagi generasi muda di Manado.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi  narasumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor) BNN Manado dengan instansi terkait dalam rangka program rehabilitasi dan pascarehabilitasi Kota Manado tahun 2017, di Ruang Pertemuan Ibis Hotel Manado, Kamis (9/11/2017) pagi.

Rakor dihadiri dari Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes), Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado dan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado.

GSVL menegaskan rakor tersebut sangat penting mengingat Indonesia sekarang ini dalam status Darurat Narkoba.

"Rakor ini sangat penting, bahayanya pengaruh Narkoba di Kota Manado. Karena Indonesia sekarang ini dalam status Darurat Narkoba. Narkoba bagian dari Proxy World, karena merupakan juga pembunuh terbesar di dunia saat ini. Sesuai laporan yang ada, rata rata perhari di Indonesia 33 orang meninggal akibat Narkoba," ujar dia.

Menurut GSVL, untuk melakukan rehabilitasi kepada korban pengguna narkoba membutuhkan waktu selama 40 tahun.

Sehingga, peranan orang tua dalam membentengi anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam pemakaian narkoba sangat penting dan strategis.

Apalagi, berdasarkan perkembangan zaman, Narkoba memiliki banyak jenis atau varian tergantung dari kepiawaian seorang peracik Narkoba melakukan inovasi.

"Varian narkoba bertambah terus, jadi harus diwaspadai khususnya orang tua. Contoh ada Narkoba jenis Gorela, Flaka dan lain-lain, karena pelaku-pelaku terus mencari inovasi dengan varian-varian baru, termasuk meraciknya dengan obat-obatan yang ada di apotek-apotek," ujar wali kota.

Selang tahun 2013-2017, ada 1100 ton Narkoba dari negara luar penghasil yang masuk ke wilayah Indonesia.

“BNN kita telah bekerja keras untuk mencegah masuknya 1100 ton Narkoba ke negara kita. Narkoba pembunuh massal, dan sudah menyerang bukan hanya kalangan dewasa tapi sudah ke anak-anak penerus bangsa. Narkoba saat ini adalah bahaya laten, yang siapapun itu akan jadikan musuh bersama guna mencegah rusaknya generasi muda. Pemkot Manado akan terus mendukung upaya mencegah peredaran Narkoba, termasuk pola pencegahan mulai dari sekolah-sekolah," ungkapnya.

Lanjut dikatakannya kedepan sebagai langkah representative Pemkot Manado akan membangun gedung rehabilitasi korban narkoba di Kota Manado.

Selain, akan membuat pilot project untuk Kampung Wisata, Kampung Taat Hukum, Kampung Percontohan Bersih dan Hijau, serta akan mendirikan bangunan Pusat Latihan Kerja untuk generasi muda yang ingin bekerja.

"Kami akan membuat tempat atau gedung untuk Rehabilitasi korban Narkoba di Kota Manado. Dan akan diskusikan bersama, proses penanganannya dengan pihak terkait termasuk pihak kesehatan. Semua ini untuk mencegah dan tahun 2018 merencanakan membuat sebuah pilot project, tempat atau Kampung Wisata dan Kampung Taat Hukum, Kampung percontohan Bersih dan Hijau, serta pusat latihan kerja,” jelasnya.

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved