Breaking News:

Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow : Bangun Pabrik Semen Atau Bandara?

Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow awalnya ngotot ingin menutup pabrik semen, PT Conch dan PT Sulenco bukan tanpa alasan.

TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Bupati Bolaang Mongondow Yasti Soepredjo Mokoagow 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) sempat hadapi dilema.

Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow awalnya ngotot ingin menutup pabrik semen, PT Conch dan PT Sulenco bukan tanpa alasan. 

Selain perusahaan yang belum memiliki izin, Yasti dan Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk juga mempertimbangkan nasib bandar udara.

Lokasi bandara seluas 3.489 hektare tepat bersebelahan dengan pabrik semen seluas 600 hektare. Kedua lokasi ini berada di dekat laut di kawasan pantai utara Bolmong, Kecamatan Lolak.

Pemkab mengkhawatirkan pabrik semen ini akan menggangu aktivitas penerbangan nanti. Apalagi debu yang akan bertebaran saat proses produksi semen.

Yang pasti, pembangunan bandara sudah harga mati bagi Bolmong. Demikian janji Yasti dan Yanny.

Bandara merupakan syarat mutlak terbentuknya Provinsi Bolaang Mongondow Raya (BMR) yang telah lama dinanti-nantikan masyarakat.

Yasti dan Yanny enggan mengecewakan masyarakat yang begitu antusias menyambut pemekaran wilayah ini. Apalagi hampir di semua wilayah di BMR telah terpampang tulisan Provinsi BMR.

Yasti mengungkapkan dua pilihan. Perusahaan tetap jalan dam bandara tutup atau sebaliknya. Bandara tetap jalan dan perusahaan tutup. Kembali lagi ke janji, Yasti tentu saja lebih memilih pembangunan bandara.

Ini pun menjadi satu di antara alasan utama Bupati harus menutup perusahaan semen ini. Hingga saat pertemuan dengan PT Conch, PT Sulenco dan perwakilan Pemprov Sulut pada 12 Juni 2017, Pemkab dan perusahaan akhirnya berdamai.

Yasti dalam keterangannya saat itu berkata, aktivitas perusahaan tetap jalan, pun dengan pembangunan bandara di Lolak.

Yasti mengaku telah mendapat penjelasan dari perusahaan bahwa perusahaan semen ini memiliki teknologi yang canggih.

"Saya sudah dapat penjelasan, ternyata ini perusahaan yang canggih. Yang dijamin nantinya takkan mengganggu penerbangan di bandara nanti. Debunya dari perusahaan takkan mengganggu," ujar Yasti usai pertemuan itu.
Pembangunan bandara ini pun saat ini terus berlangsung.

Sekarang masih dalam tahapan pengerasan jalan masuk. Yasti memastikan tahun 2018 nanti, dana yang bersumber dari APBN akan turun untuk percepatan pembangunan.

Belum lama ini, Yasti bertemu dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta dan curhat soal pembangunan bandara ini.

Ia pun meminta agar menteri benar-benar memerhatikan pembangunab bandara di Bolmong ini.

Sementara dari PT Conch sudah hampir rampung membangun konstruksi pabriknya. Hal ini bisa terlihat dari jalan raya Trans Sulawesi.

Setiap harinya aktivitas perusahaan terus berlanjut, mengejar target rampungnya pabrik pada akhir 2017 ini. (fin)

Penulis: Finneke
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved