Kecelakaan Tragis - Mami 18 Tahun Melayani sebagai Pelsus

"Almarhumah adalah sosok yang harus jadi pola anutan. Suka bergaul, supel, dan aktif melayani,"

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Suasana rumah duka korban kecelakaan, Desterina Bawataa (54), di Tuminting pada Rabu (22/11/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Desterina Bawataa (54) berpulang ke haribaan-Nya.

Ibu dua anak ini akrab dipanggil Mami.

Mami tutup usia, setelah mengalami kecelakaan lalu lintas tragis di ruas Jalan Hasanudin pada Rabu (22/11/2017).

Ternyata semasa hidupnya, Mami sebagai seorang guru.

Selama 35 tahun Mami menjadi pendidik, terakhir menjabat sebagai Kepala SD GMIM III Tuminting.

Baca: Kepsek GMIM 3 Tuminting Meninggal Dunia - Begini Suasana di Pemulasaran Jenasah Prof Kandou

Baca: Peluk Peti Jenazah, Anak Korban Kecelakaan Tragis Terus Panggil Nama Ibunya

Anak korban menangis histeris di ruang pemulasaran jenazah RS Kandou, Rabu (22/11/2017)
Anak korban menangis histeris di ruang pemulasaran jenazah RS Kandou, Rabu (22/11/2017) (TRIBUNMANADO/WARSTEF ABISADA)

Selain itu, Mami aktif sebagai pelayan khusus di Jemaat GMIM Nazaret Tuminting.

Selama 18 tahun Mami menjabat pelsus dan dipercaya sebagai syamas selama 4 periode berturut.

Semestinya Mami akan melayani tahun depan sebagai Penatua di Kolom XIV.

Jemaat masih mempercayai Mami untuk melayani. Namun, Tuhan punya rencana lain.

Joy Mananeke merupakan rekan pelayan khusus Mami Desterina di Kolom XIV. Johanes merupakan Penatua Kolom, sedangkan Syamas dipegang Desterina.

Baca: Kecelakaan Tragis - Sopir Kontainer Mengaku tak Tahu Korban Terlindas Kendaraannya

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved