Tribun Manado TV

(VIDEO) 129 WNA Penghuni Rudenim Manado Gelar Demo, Arthur Hanya Bisa Laporkan ke Imigrasi Pusat

Para penghuni Rumah Detensi Imigrasi Manado saat ini berasal dari Afghanistan, Somalia, Sudan, Pakistan, Eutopia, dan Myanmar

Laporan Wartawan Tribun Manado Handika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Masih pagi, Selasa (21/11/2017) Halaman Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado, Sulawesi Utara, dipenuhi ratusan penghuni yang merupakan Warga Negara Asing (WNA).

Mereka menggelar aksi demo agar dipindahkan ke rumah penampungan.

"Disini ada 129 penghuni, terdiri atas pencari suaka dan pengungsi.
Tuntutan mereka yaitu meminta ditransfer di Tempat Penampungan," ujar Arthur Mawikere, Kepala Rumah Detensi Imigrasi Manado, kepada Tribun Manado.

Para penghuni Rumah Detensi Imigrasi Manado saat ini berasal dari Afghanistan, Somalia, Sudan, Pakistan, Eutopia, dan Myanmar.

Arthur mengatakan permintaan para WNA ini yaitu ingin dipindahkan ke rumah penampungan. Namun karena di Manado belum ada dan setelah dikoordinasikan dengan rumah penampungan di Medan, Jakarta, Surabaya, Bali, dan Tanjung Pinang ternyata penuh.

"Semuanya penuh. Untuk itu, tindakan kita saat ini masih sebatas berkoordinasi," ujar Arthur.

Saat ini kata Arthur, pihaknya sudah berkoordinasi dengan
beberapa komisioner dan organisasi international untuk pengungsi.

Diantaranya Komisi Tinggi PBB untuk pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di Makassar, International Organization for Migration atau Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Jesuit Refugee Service (JRS) atau Pelayanan Jesuit untuk para pengungsi) dan Imigrasi Pusat.

"Para pengungsi dan pencari suaka ini meminta dikirimkan ke negara ketiga, sambil menunggu rumah penampungan. Sudah kita koordinasikan tinggal menunggu," ujar dia.

Untuk sementara kata Arthur, ia kemudian meminta agar para WNA dapat kembali ke ruangan masing-masing.

Simak tayangan video di atas.

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Ferra Faradila Rizki
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved