Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sat Reskrim Polresta Manado Periksa Enam Satpam

Pemuda asal Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) bernama Dani Sumarauw ditemukan tidak bernyawa dalam keadaan bersimbah darah

Penulis: Handhika Dawangi | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO/ALEXANDER PATTYRANIE
lokasi penemuan mayat 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Pemuda asal Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) bernama Dani Sumarauw ditemukan tidak bernyawa dalam keadaan bersimbah darah di Emperan Ruko di satu pusat kawasan bisnis di Manado, sekitar pukul 04.00 wita, Minggu (19/11).

Dani diketahui merupakan korban penganiayaan oleh sekelompok petugas keamanan di kawasan tersebut.

"Info yang saya tahu dia meninggal dunia karena dianiaya satpam. Mendengar informasi tersebut pada pukul 05.00 wita. Saya langsung ke lokasi. Saya tidak menyangka dia teman saya sejak 2009 sudah meninggal dunia," ujar EM teman baik korban kepada Tribun Manado.

EM mengatakan, menurut informasi yang ia dengar dari teman korban bahwa kejadiannya begitu cepat. Awalnya datang beberapa petugas keamanan dengan mobil patroli seperti sedang mencari seseorang.

Para petugas keamanan langsung menghampiri korban dan teman-temannya yang merupakan anak punk yang suka mengamen sedang nongkrong. Tiba-tiba para satpam ini langsung main pukul satu diantara teman korban. Tidak rela melihat temannya dipukul para anak punk ini pun terlibat perkelahian dengan satpam.

"Karena melihat sudah banyak satpam yang datang, mereka pun mencoba melarikan diri. Namun sayang tidak dengan korban. Ia pun dianiaya. Saya dengar, korban di pukul dengan pentungan, disetrum, hingga ditusuk dengan barang tajam di bagian dada korban," ujar EM.

Lanjut EM sebelumnya ia sempat bersama-sama dengan korban sekitar dua jam sebelum kejadian. "Malamnya saya nongkrong bersama teman-teman komunitas di Lokasi Tersebut (Depan ruko). Dia (korban) juga ada disana. Namun pada pukul 02.00 saya pulang ke rumah. Saat itu tidak terjadi apa-apa," ujar dia.

Enam satpam langsung diperiksa oleh penyidik Sat Reskrim Polresta Manado. Secara bergilir memasuki ruang penyidik.

"Saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Hasilnya masih belum fix. Satpam yang kita periksa ada enam orang," ujar Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu.

Lanjut Sitepu, untuk
penyebab kematian pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari pihak medis. (dik)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved