Breaking News
Selasa, 2 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

SUku Dani

Masih Sering Dilakukan, Tradisi Suku Dani Asli Indonesia, Bikin Dunia Gemetar

Ia juga mendokumentasikan kehidupan masyarakat suku tersebut yang berasal dari Lembah Baliem, Dataran Tinggi Papua Barat, Indonesia.

Tayang:
Editor:
Suku Dani 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang penjelajah yang menghabiskan waktu seminggu dengan suku pedalaman Indonesia sangat terkejut melihat tradisi yang mengerikan.

Dilansir tribunjogja.com melalui mirror.co.uk saat Markus Roth mengunjungi suku Dani Indonesia terdapat tradisi dimana para wanita dari suku tersebut memotong jari-jarinya dan sang pria memelihara mumi yang berusia ratusan tahun.

Ia juga mendokumentasikan kehidupan masyarakat suku tersebut yang berasal dari Lembah Baliem, Dataran Tinggi Papua Barat, Indonesia.

Markus juga turut mencicipi masaka asli suku tersebut, melihat ketrampilan serta ritual dasar mereka dan juga menyaksikan 'festival babi'.

Festival babi merupakan perayaan besar dimana suku tersebut membunuh seekor babi dan dengan bangga memamerkannya.

Di samping ini, para wanita dari suku tersebut diharuskan memotong jari mereka untuk menunjukkan sikap berkabung terhadap anggota keluarga yang meninggal.

"Hal yang sangat mengejutkan selain tradisi memotong jari yaitu mumi Kurulu yang telah berusia 370 tahun," ucap Markus yang berasal dari Pulheim, Jerman.

Mumi tersebut merupakan seorang pejuang yang sangat sukses dan ditakuti, kemudian mumi tersebut dipelihara oleh seorang pria dan dipajang di rumahnya.

Kebiasaan adat dari suku Danis akan melestarikan para pejuang yang paling sukses untuk dimumikan.

Mumi prajurit dari suku tersebut dihiasi dengan satu kalung untuk setiap musuh yang telah terbunuh.

Markus sangat tertegun dengan suku Dani yang dapat mempertahankan tradisi kuno mereka ditengah-tengah moderenisasi.

Suku tersebut bertahan hidup dengan cara menanam semua kebutuhan pangan dan berdagang ke desa lain.

Mereka juga memasak menggunakan api.

Antara pria dan wanita tinggal terpisah di sebuah rumah.

Mereka merayakan festival babi untuk menyambut Markus, babi dianggap makanan paling mewah dan mahal di suku tersebut.

"Saya pikir akan sangat tidak adil jika 'orang barat' menggambarkan orang-orang ini adalah orang primitif. Orang-orang ini baru ditemukan pada tahun 1938 oleh sebuah kebetulan," ujar Markus.

Markus juga mengatakan itu adalah pengalaman yang sangat menakjubkan baginya, ia dapat berinteraksi secara langsung.

Markus menambahkan bahwa penduduk suku Dani memiliki sifat pemalu, rasa penasaran tinggi, liar, namun juga sangat ramah.(Tribun Jogja/Hanin Fitria)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved