Butuh Rp 1.2 Triliun Bebaskan Siaa Tanah Tol Manado-Bitung

Pendekatan yang dilakukan pun berbeda, dulu menentukan harga tanah lewat tim 9, kini menggunakan tim apriasal

Butuh Rp 1.2 Triliun Bebaskan Siaa Tanah Tol Manado-Bitung
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Proyek lahan jalan Tol Manado-Bitung, Selasa (14/11). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemerintah masih harus menggelontorkan Rp 1,2 Triliun untuk membebaskan lahan jalan Tol Manado-Bitung.

Hal ini diungkapkan Riel Mantik, Kepala Balai Jalan Nasional (BPJN) XV Manado ketika dikonfirmasi Tribun Manado, Selasa (14/11).

"Masih di sekitar 1,2 T kebutuhan tanah yang sisa. Kita coba alokasikan," kata dia.

Dalam prosesnya pembebasan lahan memakan anggaran cukup besar, awalnya Pemprov Sulut yang menanganinya, belakangan karena besarnya anggaran yang tak tertanggulangi dengan APBD maka dialihkan ke Pusat.

Kini ada mekanisme untuk menyediakan dana pembebasan lahan dari Lembaga Manejemen aset Negara, berupa pinjaman.

"Berapa pun dana dibutuhkan bisa pinjamkan kemudian dibayar kemudian setelah jalan beroperasi akan dibayar disana," kata Mantik.

Pendekatan yang dilakukan pun berbeda, dulu menentukan harga tanah lewat tim 9, kini menggunakan tim apriasal.

Memang pembebasan lahan masih jadi persoalan dalam pembangunan Tol Manado-Bitung.

Sebab itu, ia meminta pengertian dari masyarakat pemilik lahan kalau bisa memberikan tanahnya untuk fasilitas umum. Pemerintah juga akan membayar ganti rugi.

"Kita nanti  bisa mendapat infrastruktur tol satu satunya di Sulut," ujarnya.

Upaya untuk pembebasan terus dilakukan lewat sosialisasi, banyak yang bersedia namun maaih ada juga yang menolak. Harga tanah ditentukan oleh tim apraia

Namun sesuai undang-undang jika menolak maka akan diproses konsinyasi, dana ganti rugi lahan dititip di pengadilan.

Persoalan lain, ada juga yang mengajukan gugatan ke pengadilan.

"Mereka gugat, kita banding sampai MA, jika sudah putus langsung laksanakan. Misalnya ada berapa bidang Simpang Airmadidi masyarakat banyak komplain sampai pengadilan sampai MA ternyata kita menang, tapi belum dikirim salinan putusan MA ke Pengadilan," jelasnya. 

Penulis: Ryo_Noor
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved