Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Panglima TNI Gatot Nurmantyo

1.300 Warga Disandera, PANGLIMA TNI Siap Mengamankan Masyarakat

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sudah menyiapkan sejumlah opsi untuk mengatasi kelompok bersenjata ini.

Editor:
TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI/Kolonel Inf Bedali Harefa
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Amungme Nerius Katagame meminta kepada TPN-OPM untuk membuka diri berdialog agar pemerintah tahu apa yang mereka inginkan, Jumat (10/11/2017).

Nerius juga meminta agar kelompok ini menghentikan aksi kekerasan pada warga.

Sejauh ini TNI dan Polri masih mengedepankan cara persuasif untuk menghentikan aksi kelompok tersebut.

Namun Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sudah menyiapkan sejumlah opsi untuk mengatasi kelompok bersenjata ini.

Sebanyak 1.300 orang dari dua desa, yakni Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dilarang keluar dari kampung itu oleh kelompok bersenjata.

Hal itu diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Boy Rafli Amar, Kamis (9/11/2017), saat dihubungi melalui ponselnya, menyikapi isu mengenai penyekapan terhadap ratusan warga yang tinggal di sekitar area Freeport yang dilakukan oleh kelompok bersenjata.

“Saat ini di Kampung Kimbely terdapat sekitar 300 warga non-Papua yang sebelumnya bekerja sebagai pendulang emas dan pedagang oleh KKB dilarang bepergian keluar kampung tersebut,” ungkap Boy Rafli, kepada Kompas.com.

Simak liputannya dalam video di bawah.(*)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved