Modal Awalnya 6 Kg Kedelai, Pasangan Suami Istri Ini Pemilik Satu Dari Dua Pabrik Tahu di Bolmut

Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) merupakan kabupaten yang masih tergolong baru.

Modal Awalnya 6 Kg Kedelai, Pasangan Suami Istri Ini Pemilik Satu Dari Dua Pabrik Tahu di Bolmut
TRIBUNMANADO/DAVID MANEWUS

Laporan wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOROKO -   Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) merupakan kabupaten yang masih tergolong baru.

Pengembangan bisnis masih sangat terbuka lebar.

Peluang itu yang kemudian dimanfaatkan Sudarto Nares Kartonadi (44) dan istrinya Siti Sarah Datunugu (42). Pasangan suami istri ini merupakan pemilik pabrik Tahu di Bolmut.

"Di Bolmut hanya dua pabrik Tahu," kata Sudarto, Sabtu (11/11/2017)

Pria kelahiran Modayag itu awalnya jualan Kerupuk di Desa Bigo tahun 2000. Karena anak sakit dan isu formalin, usaha Kerupuknya gulung tikar. Mulai dari nol, Sudarto bekerja sebagai buruh bangunan.

"Ibu (istri) lalu cari sayur di Modoinding dan berjualan sayur. Juga berjualan tahu yang diambil dari Kotamobagu," katanya.

Di tahun 2004, Sudarto mulai berpikir bagaimana untuk membuat pabrik tahu saja. Apalagi di Bolmut belum ada pabrik tahu. Ia mulai membeli wajan terlebih dahulu

Lama-kelamaan, ia mulai membangun pabrik di belakang rumah. Modal awalnya hanya 6 kg Kacang Kedelai.

"Sedikit demi sedikit dipasarkan. Lama-kelamaan, mayoritas warga Bolmut mengkonsumsi tahu. Akhirnya banyak yang mengkonsumsi pabrik dipindahkan tak jauh dari rumah," katanya.

Belum banyak memang yang dihasilkan Sudarto. Walau begitu, dari usahanya ia sudah pernah memiliki dua mobil.

"Semua sudah dijual," ujarnya berkelakar.

Kini sang anak Wandi sudah melanjutkan usaha. Ia dibantu dua karyawan.

"Juga bisa punya tanah dan motor," tambah Siti, istri Sudarto. 

Penulis: David_Manewus
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved