Jumat, 8 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gara-gara Tato di Leher, 30 Kali Ditolak saat Melamar Pekerjaan

Seorang pria yang telah menghadiri sekitar 30 wawancara mengatakan, dia yakin dia terus ditolak karena tato lehernya.

Tayang:
Penulis: | Editor:
METRO.CO.UK

TRIBUNMANAD.CO.ID - Seorang pria yang telah menghadiri sekitar 30 wawancara mengatakan, dia yakin dia terus ditolak karena tato lehernya.

Dikutip dari laman Metro.co.uk, Joe Parsons (21) membuat tato November lalu untuk mengenang almarhum kakeknya saat bekerja di sebuah pabrik.

Katanya, dia sudah mencoba untuk menutupi tato dengan kaos berleher tinggi tapi ujung sayapnya masih terlihat di atas garis kerah.

"Sebelum saya membuat, orang tato mengira saya adalah orang yang bahagia dan percaya diri dan bahwa saya tidak peduli. Bukan siapa aku. saya hanya orang normal dan yang saya inginkan adalah pekerjaan yang layak," ujarnya.

Dikatakannya, pasti ada stigma yang melekat yang seharusnya tidak. Dia berpikir ini mungkin bentuk diskriminasi.

"Ini bukan keahlian saya dan dalam setiap wawancara mereka tidak memberi saya alasan bagus. Sekarang saya merasa seperti punya 'tidak mempekerjakan' tertulis di leher saya.

Ditambahkannya, dia tidak ingin menghapus tato itu karena sangat berarti baginya. Dia bahkan tidak menyesalinya dan bangga karena itu sangat berarti.

"Yang saya sesalkan adalah bagaimana orang lain melihatnya," tuturnya.

Joe meninggalkan pekerjaannya di McVites untuk merawat ibunya setelah dia diserang di jalan dan menderita PTSD.

"Dia belum bekerja semenjak kecelakaan itu. Saya harus menjagannya cukup lama sehingga itulah sebabnya aku meninggalkan pekerjaanku setelah Natal. Saya perlu berada di rumah untuknya," kata Joe.

Joe mulai mencari pekerjaan di bulan Januari namun telah ditolak 30 kali untuk bekerja di Topshop. Next, dan TK Maxx tempat di mana ia pernah bekerja sebelum dia membuat tato.

Kurangnya keberuntungan yang datang meski pengalaman empat tahun di ritel, perhotelan, dan call center.

"Begitu saya duduk mereka menatap mataku dan kemudian saya melihat tatapan mereka turun ke leher saya di mana mereka diam selama beberapa detik. Lalu mereka menengadah lagi dan melanjutkan wawancara. Saya dapat mengatakan bahwa mereka sudah menghakimi saya bahkan sebelum wawancara dimulai," tuturnya.

Joe memiliki tiga tato lain yang tidak terlihat termasuk angka romawi di lehernya, dan berlian di lengan bawahnya.

Joe yang membantu finansial ibunya mengatakan, situasi telah menjadi sangat putus asa menjelang Natal.

"Saya telah melakukan lebih banyak wawancara dalam tiga bulan terakhir saat Natal dan tabungan saya habis," tandasnya. (metro.co.uk)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved