SMK Negeri 1 Kaidipang Berdiri Atas Keprihatinan Banyak Anak Putus Sekolah

SMK Negeri 1 Kaidipang baru berulang tahun ke-13 Rabu. SMK ini berdiri atas keprihatinan banyaknya anak putus sekolah.

SMK Negeri 1 Kaidipang Berdiri Atas Keprihatinan Banyak Anak Putus Sekolah
DAVIDMANEWUS
dua guru berpose di papan nama SMK Negeri 1 Kaidipang, Kamis (8/11/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOROKO-SMK Negeri 1 Kaidipang baru berulang tahun ke-13 Rabu (8/11/2017). SMK ini berdiri atas keprihatinan  banyaknya anak putus sekolah. Anak-anak tidak dapat melanjutkan sekolah karena ekonomi masyarakat di bawah rata-rata.

"Tanggal 2 Mei 2004 setelah Upacara Hari Pendidikan Nasional  di Lapangan Kembar Boroko beberapa tokoh pendidikan rapat bersama. 

Mereka adalah bapak  Kamarudin Babay dan bapak L I Korompot, mereka merencanakan rencana pembentukan  sekolah dan Kecamatan Kaidipang dijadikan pusat pemerintahan Kabupaten Binadow," kata Maritje Dareda, sekretaris panitia, Rabu (8/11/2017) yang dikonfirmasi kembali kepada salah satu guru pertama, Fatmawati Korompot Kamis (9/11/2017)

Tanggal 2 Agustus 2004 dideklarasikan SMK kelas jauh Kaidipang.  Sekolah masih mengunakan fasilitas SLTP Negeri Kaidipang.

"Disediakan satu ruang kelas, meja dan kursi yang disediakan wali murid. Tenaga pengajar dari SLTP Negeri 2 Kaidipang," ujarnya.

Tiga bulan pasca terbentuk, siswa-siswinya berjumlah 28 siswa. Dinas Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow lalu mengirim beberapa tenaga pengajar yang juga berasal dari Kaidipang dan Bolangitan di antaranya Dra. Haina Wengkeng, Drs Baharudin Tunggil, dan Amir Usup BA.

"Dimanfaatkan tenaga sukarela yang berasal dari Kecamatan Kaidipang di antaranya Isman Rahman S. Pd, Fatmawati Korompot S. Pd, Ferawati Djoharam SE, Misrawati Pakaya S.Sos dan L. I. Korompot. Di tambah beberapa guru lain dari SLTP Negeri 1 Kaidipang yaitu A Ilolu, Dra. Selpi Hapili, Ismun Podomi, dan satu orang tata usaha yaitu Yustini Utina di mana kesemuanya menjadi tenaga pengajar pertama," tuturnya.

Awal tahun 2005, setelah ujian semester 1, SMK kelas jauh Kaidipang mengelar kegiatan praktek pengetikkan komputer dan bahasa di SMK Negeri 1 Kotamobagu selama dua minggu. Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kotamobagu Drs Narman Abu Bakar lalu mengajak studi tour di PT Marsindo Sinar Pratama di Bakan selama satu hari.

"Setelah itu pembentukan pengurus OSIS selama tiga hari. Pasca itu OSIS melakukan sosialisasi Program Kerja tentang SMK kelas jauh Kaidipang dan pentingnya sekolah kepada masyarakat," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: David_Manewus
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved