Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kisah Mantan Sopir Pribadi Pejabat, Harus Pintar Jaga Rahasia

Mulai tahun 2011 sampai 2016, Supriadi Paputungan, menjadi sopir pribadi bagi mantan sekretaris daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara

Tayang:
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
DAVID MANEWUS
Supriadi Paputungan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOROKO-Mulai tahun 2011 sampai 2016, Supriadi Paputungan, menjadi sopir pribadi bagi mantan sekretaris daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Recky Posumah. 

Saat ditemui Selasa (7/11/2017),  ia menceritakan baru berhenti tahun 2016. Setelah itu, ia menjadi staf honorer kembali.

Menjadi sopir pejabat dimulainya saat ia sering menganti temannya, sopir utama sang pejabat ketika sopir utama itu berhalangan. Ia "naik kelas" menjadi sopir utama ketika temannya itu berhenti.

"Saya sudah bilang mau kuliah. Tapi bapak bilang yang penting beritahu kapan mau kuliah karena biasanya saya kuliah Kamis, Jumat, dan Sabtu," katanya.

Setiap harinya, Supriadi hampir tak punya batas waktu dalam pekerjaan. Artinya, dalam rangka tugas, mereka bisa dipanggil sembarang waktu. Bisa juga tengah malam atau dini hari.

Walau menahan kantuk, Supriadi menerima secara profesional.

"Kan kesejahteraanya terjamin. Selain gaji ada tunjangan perjalanan. Kan kalau ada perjalanan dinas kan ada juga biayanya. Itu dari pemerintah," tuturnya.

Selama lima tahun kerja itu katanya banyak pengalaman luar biasa yang dialaminya. Menabrak Sapi juga pernah dialaminya.

"Saya hanya ditegur," katanya

Bagi Supriadi, menjadi sopir pejabat itu enak. Ia berilustrasi jika bos makan pizza, mereka juga makan pizza. Ia mengatakan jika bos makan di rumah makan besar, mereka juga makan di situ.

"Hanya beda meja," ujarnya berkelakar.

Semua perjalanan katanya paling enak bersama rombongan. Ia mengalaminya saat zafari Natal.

Walau begitu, tanggungjawabnya sangat berat kepada atasan. Mobil harus bersih terus. Mobil harus dicuci jika ada acara. Mobil tak boleh kotor karena citra pejabat.

"Hape juga tak boleh mati," ujarnya.

Yang terpenting baginya yaitu harus jago menjaga rahasia.

"Kan banyak hal rahasia dibicarakan di mobil," ujarnya

Dari menjadi sopir, Supriadi bisa mendapatkan uang mencapai Strata 1 di Unima. Hasil studi itu didapatkannya di tahun 2013. (David Manewus)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved