Dua Hari Listrik Padam Warga Mengngeluh ke DPRD Mitra
Sebagian besar warga di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) menyoroti pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Liputan Wartawan Valdy Vieri Suak
TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Sebagian besar warga di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) menyoroti pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pasalnya, sudah dua hari listrik padam dari pagi sampai sore.
Berbagai kegiatan masyarakat terganggu bahkan para pengusaha mengaku. Mas Wan pengusaha bakso, terlihat menyalahkan mesin generator listrik. Katanya, sudah dua hari harus memakai generator.
Ia mengeluh, sebab saat ada pelanggan makan ruangnya gelap meski siang hari. "Sehingga harus pakai listrik agar lampu menyalah. Karena padam terpaksa pakai Generator," jelasnya.
Ia mengaku biaya pun lebih mahal, sebab seharian mesin generatornya harus dinyalakan. "Tambah lagi mau campur adonan harus pakai mesin pengaduk sehingga perlu listrik," jelasnya.
Ia juga mengatakan, hal ini sudah sering terjadi. "Makanya saya harap Pemerintah turun tangan, atau para anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) memanggil pihak PLN," jelasnya.
Senada juga dikatakan Ronny Pio warga lainnya, ia mengaku hajatan yang akan ia lakukan di rumah terganggu. "Terpaksa saya sewa generator besar, di rumah ada generator tapi kecil. Tidak bisa kalau mau hidupkan sound sistem dan keyboard," akunya.
Katanya, pihak PLN tak pernah memberikan pemberitahuan untuk melakukan pemadaman. "Jadi tiba-tiba saja padam, jadi kami tidak ada persiapan atau antisipasi," jelasnya.
Menanggapi keluhan masyarakat, wakil Ketua DPRD Mitra Tonny Hendrik Lasut (THL) angkat bicara. Ia mengatakan, agar hal ini menjadi perhatian serius PLN. "Sebab saat ini listrik jadi kebutuhan utama juga. Bisnis yang bergerak sebagain besar menggunakan listrik," katanya.
Jika terus terjadi kata Lasut, nantinya perputaran ekonomi atau pertumbuhan bisnis para pengusaha akan terganggu. "Dan dampaknya banyak pastinya, serta bagi warga lain juga tentu merasa sangat kesulitan," kata Lasut.
Ia pun meminta agar pihak PLN lebih paham saat melakukan pelayanan. Sebelum pemadaman ia berharap ada perhatian untuk menyampaikan kepada masyarakat. "Koordinasikan dengan masyarakat, sehingga bisa dilakukan antisipasi sebelum ada pemadaman. Contohnya jika sudah tahu listrik akan padam, tentu masyarakat akan mempersiapkan berbagai hal yang menggunakan listrik," jelasnya.
Sementara itu Biner Simangunsong Kepala PLN Rayon Ratahan mengatakan, pemadaman yang terjadi dikarenakan adanya pemeliharaan gardu induk. "Jadi ada pemeliharaan gardu induk yang di Kawangkoaan sehingga listrik dipadamkan," katanya.
Menurutnya, hal ini memang dijadwalkan selama dua hari. "Kita mulai sejak Senin sampai Selasa. Kalau pemadaman sebelumnya karena ada gangguan cuaca," tandasnya (val)
Highlight Story'
- Listrik Padam Sudah dua hari sejak pagi sampai sore
- Warga kesulitan melakukan aktivitas
- Pengusaha mengaku tambah biaya pakai Generator
- Tak ada pemberitahuan saat pemadaman
- Warga minta DPRD turun tangan
- THL Minta PLN koordinasi dengan warga saat pemadaman
- Alasan pemeliharaan gardu induk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/petugas-pln-memberikan-tegangan-listrik-pada-tiang-jaringan-serta-melakukan-pembersihan-gardu-kecil_20171107_133514.jpg)