Breaking News
Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sri Mulyani Berharap Bos Baru The Fed Lebih Tenang Berkomunikasi

Amerika Serikat (AS) segera mengumumkan calon bos The Federal Reserve pada pekan depan. Melalui akun Twitter.

Editor: Lodie_Tombeg
antara
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) didampingi Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo (kiri) menyampaikan pendapatnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/9/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Amerika Serikat (AS)  segera mengumumkan calon bos The Federal Reserve pada pekan depan. Melalui akun Twitter, Presiden AS Donald Trump memastikan akan mengumumkan calon Gubernur Bank Sentral AS.

Trump tidak menyebutkan kandidat Gubernur The Fed pilihannya. Cuma, menurut tiga sumber Bloomberg yang tahu soal ini menuturkan, Trump cenderung memilih Jerome Powell sebagai Gubernur The Fed berikutnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap calon Gubernur agar bisa meneruskan kebijakan-kebijakan gubernur bank sentral AS The Fed Janet Yellen yang sudah ada.

“Dengan ketepatan dari arah kebijakannya dan kecepatannya, karena itu akan mempengaruhi sentimen dari para pelaku pasar global, terhadap persepsi kebijakan AS dan tentu juga mempengaruhi sentimen negara lain di luar AS," kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (2/11).

Bagi Indonesia, menurut Sri Mulyani siapa saja dipilih tentu akan berharap yang dipilih yang memiliki ketenangan dalam berkomunikasi. “Jadi dalam berkomunikasi itu clear, jelas, tenang dan berbasiskan data, sehingga market memiliki prediksi yang relatif jelas sehingga mereka tidak berspekulasi," ujarnya.

Sebelumnya, Sri Mulyani pernah memuji Janet Yellen atas komunikasinya yang baik dengan global. Dengan begitu, berbagai negara lain bisa menentukan sikap terhadap kebijakan moneter AS tersebut. 

"Komunikasi Federal Reserve saat ini jauh lebih baik. Mereka menjelaskan, mengumumkan, serta membimbing ekonomi global kemana dan bagaimana mereka menuju arah tersebut," katanya.

Dengan komunikasi yang baik dari AS, menurut Sri Mulyani, negara lain pun mendapatkan pemahaman sehingga menentukan sikap yang rasional.

"Sehingga, meskipun bunga AS naik, kami (Indonesia) di saat yang sama memutuskan menurunkan bunga repo," kata Sri Mulyani. *

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved