Fikri: Hanya Sedikit Orang yang Berpikir Waras
Ketika ada informasi masuk, tidak semua orang bisa berpikir waras. Demikian disampaikan dr Fikri Suadu M.Si penulis buku Neuron To Nation
Penulis: Handhika Dawangi | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketika ada informasi masuk, tidak semua orang bisa berpikir waras. Demikian disampaikan dr Fikri Suadu M.Si penulis buku Neuron To Nation pada Kuliah Umum peran intelektualitas dalam memahami dan menyikapi fenomena hoax di IAIN Manado, Rabu (1/11) pagi.
"Segala macam referensi bacaan, literasi yang kita telusuri, dan berbagai pengetahuan yang kita dapat bisa dinyalakan pada saraf otak millisecond ke 500. Jadi ibaratnya saat ada informasi, indra kita di Malalayang dan pikiran sadar itu di IAIN. Tapi belum sampai di IAIN masih singgah di Jarod (145 millisecond) informasi langsung disebarkan," ujar Fikri.
Lanjut dia hanya sedikit orang yang bisa langsung ke 500 milli second. "Namun pertanyaannya apakah deposito pengetahuan kita cukup untuk menyelesaikan masalah. Meski kita sudah sampai ke 500 milisecond kalau tidak ada informasi yang akan diolah. Maka tidak ada gunanya," ujar dia. (dik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/iain_20171101_111910.jpg)