Dipaksa Ikuti Aturan Sekolah, Seorang Siswa di Jepang Tuntut Pemerintah Rp 263 Juta

Siswa ini tak sekolah sejak September tahun lalu. Ia mengaku, menderita sakit dan kulitnya iritasi akibat pewarna rambut.

pinterest
ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gara-gara peraturan sekolah, seorang siswa di Jepang menuntut pemerintah daerah di Prefektur Osaka.

Remaja yang tidak disebutkan namanya karena masih di bawah umur ini, 'dipaksa' sekolah untuk mengecat rambutnya menjadi warna hitam.

Dari Guardian, gadis yang memiliki rambut berwarna coklat alami ini menuntut pemerintah 2,2 juta yen atau atau sekitar Rp 263 juta.

Dia mengaku, rambutnya menjadi rusak akibat cat rambut yang terus-terusan ia gunakan. Kulit kepalanya pun ruam-ruam

Siswa ini tak sekolah sejak September tahun lalu. Ia mengaku, menderita sakit dan kulitnya iritasi akibat pewarna rambut.

Ibu remaja ini sebenarnya sudah mengatakan kepada pihak sekolah, anaknya memang terlahir dengan rambut berwarna coklat.

Dengan demikian, sang anak tak melanggar peraturan sekolah yang mengharuskan semua siswa 'memilili' rambut hitam.

Namun, pihak sekolah dengan tegas menyatakan, rambut siswa harus berwarna hitam. Jika tidak, siswa tersebut akan dikeluarkan sekolah.

Staf di sekolah tersebut bahkan mengatakan kepada sang ibu, jika ada siswa asing berambut pirang bersekolah di sana, maka tetap harus mengecat ramnbut menjadi hitam.

Pemerintah di Prefektur Osaka, telah meminta pengadilan untuk menolak tuntutan dari siswa tersebut.

Sekolah-sekolah di Jepang memang memberlakukan perauran ketat. Mulai dari warna rambut, larangan makeup, perhiasan, hingga peraturan panjang rok.

Guardian yang melansir laporan Asahi Shimbun, 90 dari 170 sekolah meminta siswa untuk memberikan foto saat mereka bayi.

Foto tersebut sebagai bukti bahwa mereka tak mewarnai rambut mereka.

Penulis:
Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved