Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kopi Stengah

(VIDEO) Ada Toleransi Yang Larut Dalam Secangkir Kopi Ini

Ada filosofi yang lebih dalam terkandung di balik ungkapan tersebut, yang selama ini belum banyak orang ketahui tentang secangkir kopi setengah.

Penulis: | Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kawasan Jalan Roda (Jarod) yang terletak di kompleks Pasar 45 Manado sejak dahulu sudah dikenal sebagai pusat kedai kopi ternama.

Ciri khas paling tenar di Jarod adalah pesanan 'Kopi Stengah' yang biasanya dilontarkan pembeli ke penjual minuman kopi di kawasan kuliner ini.

Tapi, tahukah anda apa makna di  balik ungkapan 'Kopi Stengah' tersebut?

Ternyata ungkapan ini bukan cuma basa-basi, atau merujuk pada jumlah minuman kopi setengah cangkir saja.

Ada filosofi yang lebih dalam terkandung di balik ungkapan tersebut, yang selama ini belum banyak orang ketahui.

Suasana keakraban dalam secangkir kopi, mungkin kalimat itu bisa menggambarkan Jarod Manado.

Tak pernah sepi pengunjung, semua ada di sini dari latar belakang pekerjaan, suku, agama, warna kulit yang berbeda-beda.

“Biar panas mar tu persaudaraan bikin betah di sini (meskipun panas, tapi persaudaraan di sini bikin betah), “Ujar Kiki (37), pegawai swasta yang mengaku setiap hari mengunjungi kedai kopi di kawasan tersebut.

Menurutnya, salah satu menu yang paling laris di Jarod adalah Kopi Stengah (kopi setengah).

'Kopi setengah' adalah istilahyang kemudian melahirkan filosofi yaitu : sajian kopi setengah cangkir, dan setengahnya lagi adalah pembicaraan dengan sahabat, dan itu yang membuat suasana ngopi di Jarod tak bisa didapatkan di tempat lain.

Tempat yang dulunya bernama Pasar Citra ini, setiap harinya ramai dari pagi hingga jam 6 sore.

Ada beberapa komunitas di sini.

Ada komunitas artis, komunitas politik, pekerja pinggir jalan, pejabat, pokoknya lengkap dan bisa bahas topik apa saja di sini.

“Selain itu harga menunya merakyat, cuma Rp 4.000 so dapat kopi deng pengetahuan (selain harga menunya merakyat, hanya Rp 4.000, sudah dapat kopi dan pengetahuan), “ ungkap Kiki sambil tertawa.

Menu yang paling laris memang adalah Kopi Stengah” ujar Heni(36), pemilik salah satu kedai di Jalan Roda.

Menurut Heni, Kopi Stengah itu artinya setengah kopi dan setengahnya susu.

Meskipun berbeda persepsi mengenai istilah Kopi Stengah, ada kesamaan di mata mereka.

Hal yang menjadi pembeda kopi di jarod dengan kopi di tempat lain adalah toleransi yang kental, berbeda-beda tapi satu dalam cangkir Kopi Stengah. 

Berikut cara penyajian kopi setengah.(Tribun Manado/Try)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved