Kuwait Ingatkan Ancaman Krisis Semenanjung Arab
Pemimpin Kuwait, Sheikh Sabah Al Ahmad Al Sabah, memperingatkan runtuhnya Dewan Kerjasama Teluk (GCC/aliansi negara-negara Teluk).
TRIBUNMANADO.CO.ID, KUWAIT - Pemimpin Kuwait, Sheikh Sabah Al Ahmad Al Sabah, memperingatkan runtuhnya Dewan Kerjasama Teluk (GCC/aliansi negara-negara Teluk) jika krisis Qatar tidak terselesaikan.
Dalam sebuah pernyataan di sidang parlemen Kuwait pada hari Selasa (24/10/2017) seperti dikutip dari aljazeera.com, Sheikh memperingatkan pemimpin GCC tentang kemungkinan intervensi militer dan politik potensial yang mungkin terjadi sebagai akibat dari kebuntuan politik.
"Bertentangan dengan harapan dan harapan kami, krisis Teluk berpotensi meningkat, oleh karena itu, kita semua harus sepenuhnya menyadari konsekuensi potensial," kata Sheikh.
"Setiap eskalasi akan membawa serta sebuah panggilan langsung untuk intervensi regional dan internasional, yang akan menghancurkan keamanan Teluk dan rakyatnya."
GCC adalah aliansi politik dan ekonomi negara-negara di semenanjung Arab, termasuk Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Didirikan pada tahun 1981, aliansi tersebut mendorong kerja sama ekonomi, keamanan, budaya dan sosial antara keenam negara tersebut.
Namun nasib GCC telah dipertanyakan sebagai akibat keretakan yang disebabkan blokade darat, udara dan laut yang diberlakukan di Qatar oleh Bahrain, Arab Saudi, UEA dan Mesir pada 5 Juni.
Sheikh menekankan, upaya mediasi Kuwait harus dilihat melalui kacamata keluarga negara-negara Teluk. "Kami bukan pihak ketiga dalam krisis ini, melainkan pihak satu dengan dua negara saudara lainnya dalam krisis ini."
GCC adalah harapan di tengah kegelapan yang kini mencengkeram wilayah tersebut, tambahnya.
Dia memperingatkan, runtuhnya GCC akan berarti runtuhnya benteng terakhir kerja sama antara Arab bersama.
"Sejarah dan generasi masa depan orang Arab tidak akan melupakan orang-orang yang berkontribusi terhadap eskalasi konflik dan menyebabkan kehancuran Teluk," kata Syekh mengingatkan.
Negara-negara yang memberlakukan blokade di Qatar menuduh negara itu bekerja mendukung 'terorisme", memelihara hubungan baik dengan Iran dan campur tangan dalam urusan dalam negeri di negara mereka. Namun Qatar membantahnya. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sheikh-sabah-al-ahmad-al-sabah_20171025_000311.jpg)