Breaking News:

Tato Puting 3 Dimensi, Pelipur Lara Bagi Para Penyintas Kanker Payudara

Sauler menggunakan teknik Trompe L'oeil, atau gambar realistis untuk menimbulkan kesan bahwa puting payudara menyembul.

Editor: Fernando_Lumowa
ISTIMEWA
Mandy Sauler sedang merajah dada pasiennya yang selamat dari serangan kanker payudara di Institut Tato Sauler, Pensylvannia, AS. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sudah dua bulan terakhir, Marianne Sarcich berusaha menjadi perempuan yang tabah, dan melupakan kegundahannya.

Tepatnya setelah payudara sebelah kanannya harus diangkat menggunakan teknik unilateral mastectomy, pasca-dinyatakan terkena kanker pada Agustus tahun 2016 lalu.

Meski sudah menjalani operasi rekonstruksi, ibu asal Wilmington Utara, Amerika Serikat itu tetap tidak percaya diri, terlebih saat harus menatap buah dada sebelah kanannya.

Pasalnya, tak ada lagi puting pada buah dada sebelah kanan Sarcich. Dia pun mengaku merasa tak menjadi perempuan yang utuh akibat kekurangan itu.

Namun, rasa tidak percaya diri itu berubah menjadi optimisme, manakala dia berada di Institut Tato Sauler.
Sarcich berada di fasilitas milik Universitas Pennsylvania untuk menunggu giliran menjalani restorasi puting dengan penerapan metode tato tiga dimensi.

Sosok yang bakal menggambar areola (bagian gelap di tengah buah dada) kanan Sarcich adalah perempuan seniman tato bernama Mandy Sauler. "Anda siap?" tanya Sauler kepada Sarcich seperti diberitakan USA Today.
Sarcich pun tak sabar untuk segera melihat kedua payudaranya berpenampilan sama. "Aku senang ini akhirnya terjadi," tuturnya antusias.

Sauler menggunakan teknik Trompe L'oeil, atau gambar realistis untuk menimbulkan kesan bahwa puting payudara menyembul. Teknik ini dilakukan seniman tato pada area puting yang sudah agak menyembul pasca-rekonstruksi.

Sehingga, sang seniman hanya tinggal menambahkan pewarnaan agar putingnya semakin tampak. Demi memberi kesan tersebut, Sauler menggunakan teknik micropigmentation, atau tato permanen.

Sauler yang adalah generasi kedua seniman tato, menyatakan, lewat tato inilah, para perempuan yang tidak percaya diri karena operasi pengangkatan jaringan kanker bisa kembali tersenyum.
"Saya merasa dari tato ada kesembuhan. Saya merasa ditakdirkan untuk ini," tutur Sauler.

Untuk mendapatkan tato itu, Sauler mematok biaya antara 350-700 dollar AS atau kira-kira Rp 4,7-9,4 juta.
"Namun, saat ini, sudah banyak perusahaan asuransi yang siap menanggung," kata perempuan 36 tahun yang mulai membuat tato sejak berusia 14 tahun ini.

Prosedur itu memakan waktu 30 menit. "Lihat, kini puting barunya nampak berkilau," kelakar Sauler kepada Sarcich.

Sarcich tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya setelah dia merasa utuh kembali sebagai perempuan. "Terima kasih banyak," kata Sarcich haru yang lantas memeluk Sauler.(kps)

istimewa
ESTETIKA - Mandy Sauler sedang merajah dada pasiennya yang selamat dari serangan kanker payudara di Institut Tato Sauler, Pensylvannia, AS.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved