Ani Harap Punya Rumah Lebih Layak
Ani Mandagi membelai kepala anaknya, lalu menatap jauh ke arah jalan. Ia duduk di samping jejeran papan yang dipasang berjarak.
Penulis: Finneke | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan
TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Ani Mandagi membelai kepala anaknya, lalu menatap jauh ke arah jalan. Ia duduk di samping jejeran papan yang dipasang berjarak.
Sebagian dinding rumah Ani terbuat dari anyaman bambu, sebagiannya lagi dari papan berwarna coklat. Atap rumahnya tampat sudah tua dan berlubang.
Lantai rumahnya sebagian dari tanah, sebagianny lagi beton yang terlihat sudah hancur. Di ruangan ia menerima tamu, hanya ada satu set kursi kayu, lengkap dengan meja.
Di teras rumahnya, hanya ada tiang penyangga dari bambu dan tempat duduk yang dibuat seperti meja di teras. Rumahnya terlihat sempit, dengan barang-barang di dalamnya.
Ani hanya seorang penjual kue yang menghidupi dua anaknya. Satunya sudah mandiri, tapi anak bungsunya masih sekolah dasar. Ia berjuang sendiri, karena telah menjanda.
Ani mengaku nyaman-nyamab saja dengan istananya ini, sebab tak ada lagi tempat yang lain selain rumahnya di Desa Labuan Uki,Kabupaten Bolmong ini. Sudah turun-temurun ia dan keluargany menempati rumahnya.
Jika hujan dan angin, Ani mengaku was-was. Rumahnya akan rusak. Tetesan hujan dari atap rumahnya sudah menjadi hal biasa baginya. Meski ia berharap bisa memiliki rumah yang lebih layak. "Selama ini belum pernah terima bantuan untuk membangun rumah," ujarnya Selasa (24/10). (fin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ani-mandagi-bersama-anaknya_20171024_210244.jpg)