Kewirausahaan Mengentaskan Kemiskinan
kewirausahaan berpengaruh positif terhadap peningkatan pendapatan dan pengentasan kemiskinan di Sulawesi Utara (Sulut).
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- kewirausahaan berpengaruh positif terhadap peningkatan pendapatan dan pengentasan kemiskinan di Sulawesi Utara (Sulut). Untuk itu perlu ditingkatkan agar masyarakat di provinsi Nyiur Melambai.
"Kewirausahaan berpengaruh positif terhadap pengentasan atau pengurangan kemiskinan," ujar Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Manado, Paulus Kindangen dalam Seminar Nasional Pengembangan Kewirausahaan Dengan Semangat Mapalus yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Manado dan Bank SulutGo yang bertempat di Aula Bank Indonesia Sulut, Senin (23/10/2017).
Untuk itu dibutuhkan kebijakan dan upaya strategis sesuai dengan kondisi yang dihadapi Kewirausahaan di Sulut.
Selain itu, pengembangan kewirausahaan perlu dilakukan dengan memasukkan pendidikan kewirausahaan pada berbagai (jenjang pendidikan.
Di samping itu, dalam jangka pendek, perlu dilakukan pelatihan kewirausahaan untuk membentuk dan mengembangkan spirit kewirausahaan serta mempersiapkan peserta pelatihan untuk memulai dan mengembangkan usaha yang sudah beroperasi.
Pelatihan kewirausahaan seharusnya dirancang secara teliti berdasarkan hasil penelitian dan observasi serta pengalaman di lapangan. Alangkah baiknya jika pelatihan kewirausahaan dapat ditindaklanjuti dengan pemberian dukungan pendanaan bank bagi peserta pelatihan yang dinilai layak untuk memulai atau mengembangkan usahanya. Upaya pendampingan juga diperlukan bagi para wirausaha dalam menjalankan usahanya untuk meningkatkan peluang keberhasilannya.
Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan, Rudy Mokoginta mengberbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulut untuk mengentaskan kemiskinan, satu dill antaranya dengan meningkatkan kewirausahaan.
"Saat ini jumlah penduduk miskin di Sulut berjumlah 198 ribu jiwa ayau jika dipresentasekan sebesar 8,10 persen dari jumlah penduduk. Jumlah tersebut turun 14 ribu jiwa dibandingkan tahun sebelumnya atau 8,90 persen," katanya.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Soekowardojo mengungkapkan pihaknya mendorong agar kewirausahaan di Sulut berkembang, di antaranya dengan pengembangan kompetensi para UMKM. Kemudian pembiayaan dengan melibatkan perbankan. "Sehingga diharapkan UMKM dapat meningkatkan kualitasnya," katanya.
Selain itu, melibatkan UMKM dalam Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), selain itu, kordinasi dengan antar instansi dalam meningkatkan kualitas.
Dirut Bank SulutGo Jeffry Dendeng mengungkapkan untuk meningkatkan UMKMbl di Sulut pihaknya bukan hanya melakukan pembiayaan saja, melainkan juga pelatihan kepada pelaku. "Makanya kami melakukan seminar terlebih dahulu untuk membuka peluang tersebut," katanya.
Kemudian pihaknya melakukan pendampingan, untuk kemudian melakukan pembiayaan. "Hal ini kami lakukan untuk meningkatkan kredit produktif,"katanya. (erv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/seminar_20171023_194614.jpg)