Bolmong Minim Rambu Lalu Lintas Lakalantas di Jalan Trans Makan Ratusan Korban

Jalan trans sulawesi di Bolaang Mongondow yang memiliki panjang 82 kilometer terbilang rawan kecelakaan.

FINNEKEWOLAJAN
jalan trans sulawesi di inobonto bolmong 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Jalan trans sulawesi di Bolaang Mongondow yang memiliki panjang 82 kilometer terbilang rawan kecelakaan. Data di Satuan Lalu Lintas Polres Bolmong menyebutkan ratusan korban jatuh selang tiga tahun terakhir.

Tahun 2015 ada 311 korban baik jiwa maupun luka-luka, tahun 2016 ada 288 korban dan tahun 2017 hingga Agustus ada 151 korban. Polisi menyebutkan salah satu pemicu utama adalah minimnya rambu-rambu lalu lintas.

Sejumlah pengendara sebelumnya telah mengeluhkan hal itu. Namun hingga kini belum ada perkembangan berarti. Para sopir yang biasa melintas di jalan trans sulawesi mengakui hal itu.

Stenly, pengendara mobil angkutan minya dari Pertamina mengaku was-was jika melewati tikungan dan tanjakan Labuan Uki. Apalagi menurir sopir yang bolak-balik Bitung Makassar ini, tak ada rambu lalu lintas di situ.

"Ada kaca di pinggir jalan, pas di tikungan. Tapi sudah kabur dan rusak. Kalau yang baru pertama kali lewat situ dan tak tahu jalur, bahaya. Karena banyak tikungan menanjak," ujarnya Minggu (22/10).

Tak hanya di Labuan Uki, di titik lainnya dengan trek lurus dan panjang juga banyak yang tidak memiliki rambu lalu lintas, seperti marka jalan, pembatas dan tanda-tanda lalu lintas lainnya.

Zulfadly Binol, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Perhubungan Bolmong mengakui kecelakaan yang terjadi di Bolmong karena minimnya rambu lalu lintas.

"Baik jalan nasional, provinsi maupun kabupaten masih kurang sarana dan prasarananya. Idelnya di semua titik memang harus ada rambu lalu lintas," ujarnya.

Rambu lalu lintas yang sebelumnya sudah ada malah sengaja dirusak. Binol menyayangkan hal ini. Kesadaran masyarakat masih rendah untuk menjaga fasilitas umum.

"Waktu lalu kami pernah memasang pembatas jalan. Itu kan terbuat dari besi. Pas kami cek lagi, sudah tak ada. Mungkin diambil untuk dijual jadi besi tua," ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Bolmong, Jultje Tumanduk mengatakan untuk membangun rambu lalu lintas, butuh bantuan dari pusat. Di Bolmong Raya, Bolmong paling panjang jalan trans sulawesi.

"Jalan trans di Bolmong berbentuk T. Dari Poigar sampai Doloduo dan Kaiya sampai Maelang. Upaya lobi di kementerian agar bisa dapat bantuan dana," ujarnya. (fin)

Penulis: Finneke
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved