Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bitung - Mental dan Karakter Building Ala MaMa

Pasangan Walikota dan Walil Walikota Bitung Max Lomban dan Maurits Mantiri (MaMa) punya cara unik membagi porsi kerja.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Siti Nurjanah
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS

Laporan Tribun Manado Arthur Rompis

TRIBUNMANADO.CO.ID  - Pasangan Walikota dan Walil Walikota Bitung Max Lomban dan Maurits Mantiri (MaMa) punya cara unik membagi porsi kerja.

Max mengurusi pembangunan fisik, sementara Maurits pembangunan mental, ini tergolong 'ramuan' baru.

Sebelumnya pembagian kerja antara pimpinan daerah adalah Kepala Daerah mengurusi bagian luar sedang Wakil Kepala Daerah urusan dalam.

Seperti antara Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw.

"Pak Wali pembangunan fisik sementara saya pembangunan mental," kata Maurits.

Dikatakan Maurits, salah satu wujud pembangunan karakter di Bitung adalah imbauan pembangunan rumah dengan pagar rendah.

Terdangar aneh, namun ternyata punya nilai filosofis yang tinggi.

"Pagar tinggi membuat interaksi sosial masyarakat kian renggang, akibatnya muncul konflik, dengan pagar rendah, maka orang akan mudah bertegur sapa, dengan begitu interaksi sosial makin kuat, dan itu adalah modal bagi pembangunan, ingat semua suku di Indonesia ada di Bitung," ujar dia.

Sebut Maurits, ide itu muncul dari peng galian terhadap kearifan masa lalu, tabu bagi orang - orang dahulu membangun pagar tinggi - tinggi.

Program pembangunan karakter lainnya, ungkap dia, adalah pemberdayaan anak muda.

Para anak muda di Bitung diberi kesempatan menyalurkan bakatnya di berbagai bidang.

"Contohnya musik, kita bina, beri panggung bagi mereka," kata dia.

Maurits prihatin karena banyaknya anak muda Bitung yang terjerat kenakalan remaja seperti isap lem ehabond.

Program ini mulai membuahkan hasi, sejumlah musisi muda bermunculan di kota Bitung.

"Banyak yang merajai belantika musik Sulut, banyak pula karya karya seni yang ternyata berasal dari Bitung," ujar dia.

Diungkap Maurits, pihaknya menggandeng tokoh masyarakat sebagai corong program pembangunan mental.

"Setiap program pemerintah disampaikan pada mereka, dan mereka sampaikan pada masyarakat," ujar dia. 

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved