Coral Day Pulau Bangka Ungkap Fakta Kritisnya Kondisi Terumbu Karang

Terumbu karang terancam. Dulu, di Asia Tenggara ada 87.500 kilometer terumbu karang, kini yang tersisa hanya 6 persen saja.

Coral Day Pulau Bangka Ungkap Fakta Kritisnya Kondisi Terumbu Karang
Ulva Takke

Laporan Wartawan Tribun Manado, Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, LIKUPANG - Terumbu karang terancam. Dulu di Asia Tenggara ada 87.500 kilometer terumbu karang, kini yang tersisa hanya 6 persen saja.

Demikian disampaikan Teguh Ostenrik seniman sekaligus penggagas Yayasan Terumbu Rupa (YTR) saat kegiatan Coral Day di Pulau Bangka, Likupang, Minut, Jumat (20/10).

Kondisi sangat memiriskan, padahal Coral kontribusinya cukup besar untuk memproduksi oksigen untuk manusia.

"Oksigen yang kita hirup tiap detik 70 persen di produksi dari laut," katanya

Sebab itu tema dalam perhelatan Coral Day yakni Coral for Life.

Satu diantara kegiatan utama yang digelar yakni menyiapkan konservasi untuk terumbu karang dengan membangun Rumah untuk tumbuh Coral.

Ia pun menciptakan sebuah karya artifisial dinamakan Domus Piramidis Dugong. Sebuah jaringan besi berbentuk Piramida.

Karya ini untuk rumah terumbu karang," kata dia.

Ia sengaja mengambil bentuk piramida. karena hasil eksperimen Piramida menunjang konservasi.

Dari eksperimen daging yang diletakkan dibentuk Piramid ternyata bisa lebih awet. Mungkin kata Teguh alasan itu orang Mesir menggunakan bentuk Piramida.

Pada Piramida itu kemudian diberi kreasi besi berbentuk dugong atau duyung

Laut Pulau Bangka memang rumah bagi spesies dugong. Sebab itu digunakanlah karakter dugong.

Sudah beberapa kali Teguh menciptakan karya Domus Piramidis ini. Di Lombok ia mengambil karakter cumi.

Di Teluk Jakarta ia memakai karakter kerang. Karena Jakarta dulu banyak kerang.

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved