Laga Barcelona Vs Olympiakos, di Tengah Panasnya Konflik Politik di Catalunya

Kandang klub Barcelona ini sempat ditutup untuk umum saat Barcelona menjamu Las Palmas pada jornada ketujuh Liga Spanyol.

Editor: Aldi Ponge
BELLACALEDONIA.ORG.UK
Warga Catalan tuntun kemerdekaan Catalonia pada tahun 2015 di Stadion Camp Nou, Barcelona. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Camp Nou kembali dibuka setelah "steril" sejak refrendum Catalunya pada tanggal 1 Oktober 2017.

Kandang klub Barcelona ini sempat ditutup untuk umum saat Barcelona menjamu Las Palmas pada jornada ketujuh Liga Spanyol.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk protes atas kekerasan aparat saat pengambilan suara untuk refrendum Catalunyaberlangsung.

Namun, Camp Nou akan kembali dibuka saat El Barca menjamu Olympiakos pada matchday ketiga Liga Champions, Rabu (18/10/2017).

Asosiasi Sepak Bola Eropa, UEFA, pun mengajukan syarat kepada Barcelona untuk melarang segala bentuk ekspresi politik di dalam stadion.

Suporter Barcelona nantinya dilarang untuk mengekpresikan pendapat politiknya baik melalui atribut, tulisan, maupun lisan.

Namun, masih ada kemungkinan bahwa laga tersebut diselimuti tensi politik yang tinggi.

Pasalnya, pada Selasa (17/10/2017), dikabarkan dua tokoh kemerdekaan Catalunya ditangkap.

Melalui unggahan di Twitter dengan tagar #Catalunya, kedua tokoh tersebut adalah Jordi Sanchez, pemimpin Majelis Nasional Katalan (ANC) dan Jordi Cuixart, pemimpin Omnium Cultural.

Sebelumnya, Ernesto Valverde mengungkapkan bahwa laga tanpa penonton di Camp Nou terasa aneh bagi Barcelona.

“Ini adalah situasi yang ganjil bagi siapa pun. Rumit dan sangat sulit,” ujar Valverde dikutip dari GOAL.

Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved