Sekolah Jauh di Desa Linadok Sudah 4 Bulan TakBeraktivitas
Stevanus Lumowa mengatakan, dalam Reses tersebut dirinya menerima aspirasi masyarakat Desa Liandok
Penulis: Maickel Karundeng | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Berdasarkan hasil reses anggota Dewan Minahasa Selatan Stevanus Lumowa pada Daerah Pemilihan (Dapil) II terungkap sekolah jauh perpanjangan sekolah dasar (SD) GMIM Desa Liandok, Kecamatan Tompaso Baru telah berhenti beraktivitas sejak 4 bulan lalu.
Anggota DPRD Minsel Dapil II Fraksi PDI Perjuangan Stevanus Lumowa mengatakan, dalam Reses tersebut dirinya menerima aspirasi masyarakat Desa Liandok bahwa sekolah jauh tidak diaktifkan lagi di lokasi transmigrasi.
"Keberadaan sekolah jauh tersebut sangat diperlukan siswa untuk mengenyam bangku pendidikan, dan akhirnya para siswa SD tersebut sudah tidak bersekolah," kata Lumowa kepada Tribun Manado Senin (16/10).
Terkait informasi adanya sekolah jauh di Desa Liandok langsung ditanggapi Pemkab Minsel melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora).
Menurut Kadispora Dr Fietber Raco, informasi adanya sekolah jauh yang tak jalan mengakibatkan sejumlah siswa tidak bisa lagi mengenyam pendidikan.
"Saya baru mendengar dari hasil Reses oleh anggota DPRD tersebut. Kami turut berterimah kasih atas laporan yang baru diterimanya," ujarnya.
Dinas Pendidikan berjanji akan menindak lanjuti laporan tersebut dan mencari solusi agar para siswa bisa sekolah kembali.
"Jangan ada lagi sekolah ditutup, pendidikan itu berhak dimiliki oleh para siswa. Jadi, saya akan berusaha supaya tidak ada lagi anak-anak putus sekolah," terangnya.
Solusinya soal tenaga pengajar, nanti akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, Bupati dan Wakil Bupati, agar sekolah jauh tidak akan ada lagi honorer yang mogok atau pindah tempat mengajar.
"Sekolah jauh tersebut memiliki siswa tak sampai 10 orang dengan lokasi atau jarak yang jauh bagi anak-anak transmigrasi untuk bersekolah di SD GMIM Liandok, makanya dibuka kelas jauh," jelas Raco.
Terpisah, Kadis Disnakertrans Minsel Sonny Maleke menjelaskan bahwa sekolah jauh tersebut ialah kelas jauh dari SD GMIM Liandok, bukan berdiri sendiri.
"Anak-anak warga transmigrasi seperti dari Bali dan Jawa, karena lokasi jauh sekitar 4 kilometer dari SD GMIM Liandok sehingga diambil kebijakan dibuat sekolah jauh," terangnya.
Tenaga pengajar direkrut dari warga Transmigrasi dilengkapi buku-buku dan biaya honor. "Saya telah mengeceknya melalui UPTD bahwa sekolah jauh tersebut masih jalan sampai sekarang, bisa saja anak-anak yang tidak masuk untuk belajar," pungkasnya. (Kel)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/stevanus-lumowa-kiri-dan-kadis-pendidikan-dan-olahraga-minsel-feibert-raco-kanan_20171016_184135.jpg)