Kisah Geng Curanmor Remaja Putus Sekolah di Bitung: TK, Kepala Geng yang Dihianati Anggotanya

Pelaku kejahatan di bawah umur jadi momok tersendiri bagi kota Bitung.

Kisah Geng Curanmor Remaja Putus Sekolah di Bitung:  TK, Kepala Geng yang Dihianati Anggotanya
ARTHURROMPIS
Pelaku kejahatan di bawah umur jadi momok tersendiri bagi kota Bitung. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG- Pelaku kejahatan di bawah umur jadi momok tersendiri bagi kota Bitung.
Mereka melakukan tindakan kriminal yang nekat, kadang sadis dan memenuhi sepertiga penjara di kota Bitung.
Senin (16/10) Polres Bitung menggelar konferensi pers penangkapan lima tersangka curanmor di sejumlah wilayah di Bitung.

Tiga diantara mereka yakni TK, RS dan RA masih dibawah umur.Dua lainnya adalah RM dan FS.
Kelimanya tinggal sekompleks di Kusu - Kusu yang terletak di Kelurahan Bitung Barat 2.
TK kepada Tribun Manado membeber riwayatnya menjadi "kepala curanmor".
Menurut TK, ia berhenti sekolah pada kelas 2 SMP.

"Orang tua saya tak mampu, cita cita saya jadi mekanik pun buyar," ujar dia.
Begitu lulus, dia bekerja di salah salah satu bengkel.
Demi membantu orang tua, diapun bekerja sangat keras.

"Saya pulangnya malam, meski sakit saya berupaya masuk," kata dia.
Di bengkel tersebut, TK beroleh banyak keahlian.

Sayang, peningkatan keahlian itu tak seiring dengan peningkatan pendapatan.
Dalam keadaan serba kekurangan, terbersit ide menjadi pelaku curanmor.
"Saya anggap itu ide brilian, bagi mekanik seperti saya, alangkah mudahnya melakukan itu," kata dia.
Mulailah TK mencari anggota geng curanmor.

Dia mengajak RS dan RA yang sama sama putus sekolah.
"Keduanya saya ajak itu serta, mereka jadi tim pengawas lapangan, saya eksekutornya, lalu ada pula dua lainnya yang lebih tua sebagai penjual," ujar dia.

Aksi geng TK menghebohkan Bitung.Beraksi sejak awal tahun ini, sudah sembilan motor digasak.
"Terakhir dalam FPSL lalu," ujar dia.

TK mengaku mengincar motor yang tidak terkunci dengan alasan lebih mudah.
Jika terpaksa, ia mencuri motor yang terkunci."Saya punya kunci spesialis," ujar dia.

Meski kepala geng, namun TK lebih banyak buntung.
Rekan rekannya justru menikmati keuntungan lebih.
Ia pun menuduh mereka curang.

"Saya hanya dapat 500 ribu, mereka curang," kata dia.
RS tersangka lainnya mengaku menggunakan uang hasil penjualan motor untuk bersenang - senang.
"Saya pakai bersenang senang," kata dia.

Kapolres Bitung AKBP Philemon Ginting menuturkan, aksi komplotan itu terungkap setelah pihaknya membekuk TK.
Kala itu TK hendak mencuri sepeda motor di sebuah SMA.

"Setelah ditelusuri terungkap empat rekan lainnya," kata dia.Sebut Kapolres, peran mereka berbeda beda.
Pelaku utamanya adalah TK.

"RS dan RA jadi pendukung, sementara RM dan FS jadi penjual," ujar dia. (art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved