Tribun Manado TV

(VIDEO) Ayo Wisata ke Pabrik Gula Cepiring

Kawasan Industri Gula Nusantara di Jalan Kali Aji, Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal tampak sejuk dan rindang. Pabrik gula...

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kawasan Industri Gula Nusantara di Jalan Kali Aji, Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal tampak sejuk dan rindang. 
Pabrik gula seluas 26 hektar itu kini ramai dikunjungi muda-mudi.

Iya, pabrik gula yang megah peninggalan zaman Belanda itu ini bisa dinikmati masyarakat untuk berwisata heritage.

Ada 8 loko uap kuno berjejer di halaman gedung kantor Pabrik GulaCepiring yang berumur 182 tahun menambah suasana tempoe doeloe.

Pabrik Gula Cepiring kini terbuka untuk masyarakat umum.

Pabrik berlokasi di jalur pantura kabupaten Kendal ini membuka paket wisata mulai edukasi, industri, heritage, olahraga dan beragam wisata lain.

Humas PT IGN Artur Alexander Thies mengatakan sudah satu minggu pabrik gula tersebut membuka agro wisata. Menurutnya, saat dilaunching 1 Oktober lalu, masyarakat antusias sebab digelar berbagai lomba.

Artur menyampaikan wisatawan yang berkunjung bisa menikmati dan swafoto dengan latar belakang bangunan lama.

Pabrik ini didirikan oleh Belanda sejak tahun 1835 yang masih terlihat jelas di cerobong yang menjulang tinggi.

"Kami pertahankan bangunan tersebut sehingga masyarakat bisa menikmati wisata heritage dan bebas swafoto," paparnya pada Tribunjateng.com, Jumat (6/10/2017).

Tidak sedikit, turis asing dari Belanda yang datang untuk napak tilas. Sebagian besar menanyakan dan melihat tempat leluhurnya tinggal atau bekerja.

Selain wisata heritage, pihaknya juga menawarkan wisata edukasi bagi wisatawan yang ingin mengetahui proses pembuatan gula kristal.

Berbagai fasilitas juga bisa dinikmati wisata mulai kolam renang, taman bermain, gedung serbaguna, spory center dan lain sebagainya.

Harga tiket sangat terjangkau, cukup Rp 5 ribu, wisatawan bisa menikmati fasilitas tersebut.

"Pabrik berhenti operasional akhir 2015 lalu, sehingga kami buka agrowisata agar ada pemasukan semoga Pabrik Industri Gula ini bisa hidup dengan warna yang lebih beda," harapnya. (Tribun Jateng/Dini Suciatinungrum)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved