Olly-Rita Tanam Rica di Kolongan
Tak sekadar menanam, Olly-Rita rela berlumpur turun ke ladang untuk menggelorakan gerakan menanam rica dan tomat.
Penulis: Ryo_Noor | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terik mentari masih menyengat kulit ketika Olly Dondokambey dan Istri Maya Dondokambey-Tamuntuan sedang sibuk di ladang Desa Kolongan Minahasa Utara, Senin (9/10) siang.
Jadi petani, pasangan suami istri itu menanam rica dan tomat.
Tak sekadar menanam, Olly-Rita rela berlumpur turun ke ladang untuk menggelorakan gerakan menanam rica dan tomat.
Bagi masyarakat punya lahan bisa menanam meski hanya di pekarangan
Seperti rasanya, harga Rica di Sulut memang pedas.
Komoditi bumbu dapur ini kerap naik lebih tinggi dibanding bahan pokok lain bahkan mengalahkan harga daging
"Tanam rica dan tomat di rumah Langkah agar warga tidak perlu membeli di pasar," ujarnya.
Olly mengatakan harga rica yang sering melambung tinggi perlu dicarikan solusi atau alternatif penyelesaiannya.
Jika gerakan ini masif menyeluruh ke semua lapisan masyarakat, setidaknya bisa menekan kebutuhan rica masyarakat yang bisa dipenuhi secara mandiri.
Pemprov mengapresiasi gerakan Batanang Rica Deng Tomat yang merupakan kerjasama TP PKK Sulut dan Bank Indonesia.
"Gerakan ini berinisiatif memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menanam cabai, bawang dan tomat hanya dengan memanfaatkan pekarangan rumah," kata dia.
Olly optimis gerakan menanam cabai dan tomat itu bakal berhasil dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulut.
“Kalau kita tanam cabai, tanam sayur, akan mengurangi belanja ibu rumah tangga. Mengurangi inflasi, kemudian mengurangi kemiskinan,” papar Olly.
Lebih jauh, Gubernur pilihan masyarakat Sulut itu menekankan pentingnya peran kaum ibu dalam menyukseskan program gerakan itu.
"Ibu-ibu pengurus PKK sangat berperan dalam mendorong keluarga-keluarga di sulut untuk ikut menanam cabai," ungkap Olly.
Ketua Tim Penggerak PKK Sulut, Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan mengatakan gerakan menanam cabai dan tomat itu tentu merupakan langkah nyata untuk memberikan contoh bagi masyarakat Sulut.
“Program ini diharapkan mampu menggugah masyarakat, supaya memanfaatkan lahan-lahan perkarangan yang kosong. Setidaknya, bisa menanam tanaman yang mudah seperti cabai. Ini sangat berguna sekali,” ungkap Ibu Rita.
Ketua TP PKK Sulut ini juga mengapresiasi TPID dan BI yang telah bekerjasama untuk melakukan penanaman cabai dan tomat.
"Nantinya bibit tersebut akan disebar ke seluruh anggota untuk ditanam," katanya.
Disamping itu, menurut Ibu Rita, sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan, peran PKK cukup strategis.
Terutama dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 2013 diterangkan, pemberdayaan masyarakat melalui Gerakan PKK merupakan upaya memandirikan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Soekowardojo menerangkan, penanaman cabai dan tomat itu untuk menjaga stok dan harga di pasaran. Apalagi dalam waktu dekat ini akan ada perayaan Natal dan Tahun Baru 2018.
"Memang kalau untuk memenuhi stok keseluruhan tidak mungkin, minimal dengan adanya penanaman ini diharapkan bisa menjadi stimulus masyarakat lainnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," ucapnya.
Soekowardojo menambahkan Gerakan Batanang Rica dan Tomat itu merupakan tahap kedua dan pihaknya telah menyalurkan sebanyak 30 ribu bibit sejak September lalu dan diharapkan dapat dipanen pada Desember mendatang.
Menariknya pada kegiatan itu juga Gubernur Olly memberikan bantuan berupa cultivator dan alat tanam jagung kepada TP PKK Sulut. (ryo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/olly-rita-tanam-rica_20171009_182945.jpg)