Pelaku Tragedi Penembakan Las Vegas Sempat Incar Dua Puteri Obama
Di antara yang berkeriaan di festival pada Agustus lalu itu terdapat dua puteri mantan Presiden Barack Obama, yakni Malia dan Sasha.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Stephen Paddock (64), pria yang melakukan penembakan massal di Las Vegas, Minggu (1/10), ternyata pernah memesan kamar yang mengarah ke acara musik terbuka lain sebelumnya, yang dihadiri putri-putri mantan Presiden Barack Obama.
Penyidik mengungkapkan, ada pemesanan kamar hotel atas nama Stephen Paddock di Blackstone Hotel, di Chicago, saat berlangsungnya festival musik Lollapalooza di kota Illinois .
Dia tak check in dan seorang juru bicara hotel mengatakan mereka tak bisa mengukuhkan apakah pemesan itu "adalah Stephen Paddock" -yang menembaki orang di Las Vegas.
Di antara yang berkeriaan di festival pada Agustus lalu itu terdapat dua puteri mantan Presiden Barack Obama, yakni Malia dan Sasha.
Menurut penyidik, Stephen Paddock sempat pula memesan kamar saat festival "Life is Beautiful" di Vegas sepekan sebelum ia menembaki para pengunjuk konser musik country yang menewaskan 59 orang dan melukai ratusan lainnya.Bahkan Paddock juga sempat mengincar sebuah acara di Boston.
Pemesanan hotel terungkap setelah Sheriff Clark County, Lombardo, bahwa Paddock juga memesan sebuah apartemen di Las Vegas sepekan sebelum pembantaian pada Minggu lalu.
Apartemen itu berlokasi di Ogden, sebuah gedung menara yang di bawahnya berlangsung konser terbuka "Life is Beautiful" saat itu, yang menampilkan sejumlah musikus terkemuka seperti Muse, Lorde dan Chance the Rapper.
Sementara The Boston Globe, dengan mengutip pejabat yang tak disebutkan namanya, melaporkan bahwa Paddock juga diketahui menjelajahi intrnet untuk melihat detil Fenway Park dan Boston Center for the Arts.
Kedua lokasi itu beberapa waktu terakhir menampilkan konser di udara terbuka.
Belum jelas apa motivasi serangan dan lebih dari 100 penyidik bekerja untuk mengungkap bagaimana kehidupan Paddock, yang disebut-sebut sebagai manusia "yang mengalami gangguan, dan berbahaya."
Stephen Paddock memiliki "kehidupan rahasia yang sebagian besar mungkin tidak bisa dipahami sepenuhnya", jelas Sherif Joe Lombardo kepada para wartawan. Pacarnya, Marilou Danley -yang berada di luar AS saat insiden itu -mengatakan tidak tahu apa yang direncanakan Paddock.
Motif pria berusia 64 tahun itu melepas tembakan bertubi-tubi hingga menewaskan 59 orang dan melukai 500 lebih lainnya -yang merupakan korban terbesar dalam insiden penembakan sepanjang sejarah AS -masih tetap merupakan misteri.
Polisi menemukan pensiunan akuntan tersebut di dalam sebuah kamar hotel di lantai 32 setelah melepas tembakan ke arah para penonton konser musik di lapangan seberang hotel.
Dia tampaknya bunuh diri dengan menggunakan salah satu dari sekian banyak senjata yang ditemukan di kamar tersebut. Jumlah korban serangan Paddock merupakan yang terburuk sepanjang sejarah modern AS.
"Dia mungkin manusia super, mungkin dia bekerja sendirian untuk semua ini, namun akan sulit bagi saya meyakini hal tersebut," jawab Sherif Lombardo.(kps)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/penembakan-di-las-vegas_20171003_012901.jpg)