Hari Batik Nasional -- Dari Pekalongan Sampai Papua, Ada yang Terinspirasi Naga dan Kura-Kura

Berbagai daerah di Indonesia yang menjadi penghasil batik memiliki ciri khas tersendiri. kain yang sering digunakan kain mori,kain grey, kain rayon.

Hari Batik Nasional -- Dari Pekalongan Sampai Papua, Ada yang Terinspirasi Naga dan Kura-Kura
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Model dari Totok Shahak Modelling School memperagakan Batik Danar Hadi motif Kalen pada fashion show East Meets West di Butik Batik Danar Hadi, Jalan Gajah Mada, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/12/2013). Indonesia merayakan Hari Batik Nasional setiap tanggal 2 Oktober 

TRIBUNMANADO.CO.ID -- Indonesia merayakan Hari Batik Nasional yang tepat pada hari ini Senin (2/10/17).

Hari perayaan batik nasional diadakan untuk memperingati penetapan batik sebagai salah satu Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009.

Indonesia memiliki banyak daerah penghasil batik.

Cara membuat batik secara umum dibagi menjadi cara tradisional dan modern.

Cara tradisonal sering disebut batik tulis dan batik cap, sedangkan cara modern sering disebut batik printing. 

Baca: Kiatisuk Senamuang Bakal latih Persib

Bahan dan alat yang digunakan untuk batik tulis diantaranya, kain mori, malam atau lilin, zat pewarna, canting, wajan, kompor kecil, gawangan, bandul, meja kayu.

Batik cap dibuat dengan cara mecetak motif batik pada kain menggunakan proses sablon secara manual.

Sedangkan batik printing biasanya menggunakan mesin.

Perbedaan batik printing dengan batik tulis yaitu batik printing pembuatan lebih cepat dan motifnya bisa lebih detail dari pada batik tulis dan batik cap, akan tetapi warna batik printing lebih pudar diantara batik cap dan tulis.

Halaman
1234
Penulis:
Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved