Carlo Ancelott Harus Belajar dari Antoni Conte

Nasib buruk menghampiri pelatih berkebangsaan Italia, Carlo Ancelotti, karena tak mampu  membuat Bayern Meunchen  bermain.

Carlo Ancelott Harus Belajar dari  Antoni Conte
BEN STANSALL / AFP
Pelatih Chelsea Antonio Conte bereaksi dalam laga kontra Leicester City di King Power Stadium, Sabtu (9/9/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, INGGRIS - Nasib buruk menghampiri pelatih berkebangsaan Italia, Carlo Ancelotti, karena tak mampu  membuat Bayern Meunchen  bermain.

Pemecatan itu tergolong kilat mengingat pelatih berjuluk Don Carlo tersebut baru menjalani laga sebanyak 60 kali bersama Muenchen.

Nasib buruk Ancelotti tersebut merupakan contoh nyata dari kekejaman sepak bola modern.

 

Meski begitu, Ancelotti sebetulnya bisa menghindari pemecatan tersebut andai ia meniru cara Antonio Conte.

Seperti dilansir BolaSport.com dari Goal.com, Antonio Contemem iliki kelebihan dalam memastikan tim yang asuh benar-benar berada dalam kendalinya seorang diri.

Conte tak pernah membiarkan pemberontakan dari para pemain berkembang di dalam tim yang ia asuh.

Jika sesuatu tak sesuai kehendak Conte, ia yang memilih pergi dan bukan manajemen klub yang memutuskan nasib sang pelatih.

Hal tersebut tentu berbeda dari yang dialami Ancelotti.

Pemecatan sang pelatih dari Muenchen bersumber dari lima pemain FC Hollywood yang tak suka dengan cara kepelatihan Ancelotti.

Situasi tersebut berbeda dengan milik Antonio Conte di tim yang pernah ia asuh.

Halaman
12
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved